Namun sebagian ibu setelah melahirkan dan dituntuk untuk sigap dalam merawat bayinya, termasuk menyusui.
Mengalami stres di awal kelahiran sang buah hati sebenarnya adalah hal yang umum, terutama bagi wanita yang baru menyandang peran sebagai seorang ibu.
Hanya saja, stres terkadang dapat mengganggu proses menyusui produksi ASI hingga akan menyebabkan depresi.
Dampak Alami Stres saat Menyusui

Bisa dilihat dari kesuksesan proses menyusui membutuhkan dua hormon di antaranya:
- Prolaktin (berperan dalam produksi ASI).
- Oksitosin(berperan dalam pengaliran ASI).
Seorang ibu yang mengalami stres saat memberikan ASI akan memproduksi hormon kortisol yang dapat menghambat hormon oksitosin dan mengganggu aliran ASI.
Namun, perlu diingat bahwa stres tidak akan mengganggu produksi dari ASI Bunda secara langsung.
Banyak atau sedikitnya produksi ASI tergantung pada seberapa sering seorang ibu menyusui bayinya.
Meski begitu, pengaliran ASI yang terhambat dapat mengganggu frekuensi seorang ibu dan meningkatkan risiko stres.
Berikut dampak saat Bunda stres jika sedang menyusui, di antaranya:
1. Suplai ASI Berkurang
Ketika Bunda stres maka hormon menjadi tidak stabil, lantaran didominasi oleh hormon kortisol, adrenalin dan norepinefrin. Keberadaan hormon-hormon tersebut dapat menghambat produksi ASI.
2. Kualitas ASI Menurun
ASI menjadi tidak kaya akan nutrisi karena hormon menghambat penyerapannya. Akibatnya, bayi berisiko kekurangan gizi dan kelebihan dari hormon kortisol.
Hormon kortisol merupakan hormon yang dihasilkan dari kondisi seseorang yang sedang mengalami stres.
Pada dasarnya hormon ini dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar air dan garam yang ada di dalam tubuh.
3. Bayi Merasa Cemas
ASI bisa terkontaminasi hormon kortisol jika ibu stres. Sehingga dapat mempengaruhi perilaku bayi, seperti temperamen tinggi, gugup, dan cemas.
4. Merusak Bonding
Stres yang meningkat apalagi secara berlebihan selama memberikan ASI dapat merusak ikatan antara ibu dan bayi.
5. Penyapihan Dini
Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi rutinitas menyusui, salah satunya keengganan bayi untuk menyusu.