Stres Ketika Menyusui? Begini Dampak dan 3 Cara Ampuh Mengatasinya!

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Gegara Diselingkuhi, Lady Nayoan Sempat Alami Stres Ketika Menyusui, Begini Dampak dan 3 Cara Atasinya!

Namun sebagian ibu setelah melahirkan dan dituntuk untuk sigap dalam merawat bayinya, termasuk menyusui.

Mengalami stres di awal kelahiran sang buah hati sebenarnya adalah hal yang umum, terutama bagi wanita yang baru menyandang peran sebagai seorang ibu.

Hanya saja, stres terkadang dapat mengganggu proses menyusui produksi ASI hingga akan menyebabkan depresi.

Dampak Alami Stres saat Menyusui

Dampak Alami Stres saat Menyusui
Dampak Alami Stres saat Menyusui

Bisa dilihat dari kesuksesan proses menyusui membutuhkan dua hormon di antaranya:

  • Prolaktin (berperan dalam produksi ASI).
  • Oksitosin(berperan dalam pengaliran ASI).
Baca Juga  Kemenkes Temukan 5.100 Kasus Baru HIV, Bunda Jadi Korban

Seorang ibu yang mengalami stres saat memberikan ASI akan memproduksi hormon kortisol yang dapat menghambat hormon oksitosin dan mengganggu aliran ASI.

Namun, perlu diingat bahwa stres tidak akan mengganggu produksi dari ASI Bunda secara langsung.

Banyak atau sedikitnya produksi ASI tergantung pada seberapa sering seorang ibu menyusui bayinya.

Meski begitu, pengaliran ASI yang terhambat dapat mengganggu frekuensi seorang ibu dan meningkatkan risiko stres.

Berikut dampak saat Bunda stres jika sedang menyusui, di antaranya:

1. Suplai ASI Berkurang

Ketika Bunda stres maka hormon menjadi tidak stabil, lantaran didominasi oleh hormon kortisol, adrenalin dan norepinefrin. Keberadaan hormon-hormon tersebut dapat menghambat produksi ASI.

Baca Juga  ASI Seret Usai Terkena Mastitis, Yuk Bunda Ketahui Penyebab dan 4 Cara Mengatasinya

2. Kualitas ASI Menurun

ASI menjadi tidak kaya akan nutrisi karena hormon menghambat penyerapannya. Akibatnya, bayi berisiko kekurangan gizi dan kelebihan dari hormon kortisol.

Hormon kortisol merupakan hormon yang dihasilkan dari kondisi seseorang yang sedang mengalami stres.

Pada dasarnya hormon ini dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar air dan garam yang ada di dalam tubuh.

3. Bayi Merasa Cemas

ASI bisa terkontaminasi hormon kortisol jika ibu stres. Sehingga dapat mempengaruhi perilaku bayi, seperti temperamen tinggi, gugup, dan cemas.

4. Merusak Bonding

Stres yang meningkat apalagi secara berlebihan selama memberikan ASI dapat merusak ikatan antara ibu dan bayi.

5. Penyapihan Dini

Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi rutinitas menyusui, salah satunya keengganan bayi untuk menyusu.

Baca Juga  Biar Anak Nggak Tantrum Terus? Ini Pentingnya Rutinitas Harian, Bun!
Share this Article
Reading: Stres Ketika Menyusui? Begini Dampak dan 3 Cara Ampuh Mengatasinya!