2. Permisif
Pada gaya pengasuhan ini, Bunda dan Ayah menerapkan pola asuh yang hangat, tetapi terlihat lemah di mata sang buah hati.
Hal ini dikarenakan Bunda dan Ayah tidak menerapkan batasan serta belum tegas dengan segala peraturan.
Berikut ciri-ciri pola asuh permisif yakni:
- Responsif kepada anak
- Sedikit atau bahkan tidak memiliki peraturan
- Terlalu sabar
- Lemah lembuh dan toleran
Bukan tidak mungkin Bunda akan terlihat memanjakan sang buah hati serta sulit untuk berkata tidak dengan keinginannya.
Selain itu, sang buah hati hanya akan menganggap Bunda sebagai teman bukan sebagai orang tua.
Hal ini juga dapat mempengaruhi perilaku anak yang bisa menghargai aturan, kurang mandiri, agresif, hingga tidak sabaran.
3. Authoritative (Suportif)
Berbeda dengan pola asuh sebelumnya, pada gaya pengasuhan yang satu ini, orang tua akan tergolong menjadi yang suportif dan memberikan respons terhadap pilihan anak.
Namun, Bunda tetap memberikan batasan agar tetap terlihat tegas pada sang buah hati.
Berikut ciri-ciri pola asuh authoritative di antaranya:
- Memiliki peraturan yang jelas dan masuk akal
- Suportif dan responsif
- Menghargai setiap pendapat
Pada gaya pengaushan yang satu ini, Bunda akan memperlihatkan wibawa sebagai orang tua sekaligus menjadi teman untuk si Kecil.
Namun, di sisi lain, Bunda juga dapat memberikan konsekuensi apabila ada aturan yang dilanggar.
Maka dari itu, si Kecil bisa belajar tanggung jawab dengan ada yang sudah disepakati sebelumnya.
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki pribadi yang ramah, mandiri, energik, dapat mengandilikan diri, hingga memiliki tujuan untuk hidupnya nanti.***