Namun, jumlah air yang hanya boleh diminum masih perlu diperhatikan, takarannya juga untuk bayi berusia 6 bulan ke atas adalah sekitar 60 ml.
Sedangkan bayi yang sudah berusia 12 bulan ke atas diperbolehkan minum air sebanyak 450 ml per hari.
Takaran ini akan meningkat, seiring bertambahnya usia si kecil, selain air Bunda juga bisa memberikan air tajin sesekali, terutama ketika sedang diare.
Bunda juga tidak dianjurkan terlalu banyak memberikan air, hal ini lantaran badan bayi yang kecil lebih berisiko mengalami kelebihan air dan ketidakseimbangan elektrolit.
Gejala yang timbul bila bayi mengalami keracunan air adalah muntah tanpa mual, kejang, penurunan kesadaran, mengantuk, dan kebingungan.
Tanda-tanda ini disertai dengan lebih sering buang air kecil, warna urine putih seperti air saja, dan pembengkakan pada wajah, lengan, atau kaki.
Memberikan air kepada si kecil boleh-boleh saja, tapi pastikan Bunda memperhatikan takrannya.
Selain itu, penting juga bagi Bunda untuk memperhatikan anak selama mandi. pastikan juga jangan sampai menelan air.
4 Bahaya Memberikan Air Putih untuk Bayi
Jika dibeirkan air, bayi berusia di bawah 6 bulan dapat berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan yang berbahaya, di antaranya:
1. Perut Kembung
Memberikan air kepada si kecil dapat membuat perutnya terasa kembung lantaran sistem pencernaanya belum mampu menyerap cairan dengan baik.
Selain itu, kapasitas perut si kecil yang baru lahir masih belum maksimal, sehingga belum bisa menerima terlalu banyak asupan cairan.