2. Diare
Bayi yang diberikan air berisiko menyebabkan diare, namun kalau si kecil mengonsumsi susu formula yang perlu dicampur air putih, gunakan air yang telah dimasak.
Bahkan lebih baiknya menggunakan air yang telah dimasak dengan suhu minimal 80C, lalu dinginkan sebelum diberikan kepada si kecil.
Bila Bunda hanya menggunakan air kemasan, periksa label pada kemasan air dan dipastikan kadar natrium (Na) tidak lebih dari 200mg per liter.
Tak hanya itu saja kadar sulfat (SO atau SO4) harus kurang dari 250mg per liternya.
Hindari memilih air mineral yang mengan dung terlalu banyak natrium maupun sulfat.
3. Keracunan Air
Meski jarang terjadi, memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air.
Hal ini terjadi ketika kadar garam dalam darahnya menurun terlalu banyak sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
Gejala yang muncul apabila bayi mengalami keracunan air adalah muntah, diare, dan tubuhnya akan terlihat membengkak.
Kondisi ini perlu diwaspadai lantaran dapat membuat bayi mengalami kejang hingga koma.
4. Kekurangan Gizi
Memberikan air putih dapat membuat si kecil merasa kenyang, sehingga keinginannya untuk minum ASI atau susu formula menjadi berkurang.
Hal ini dapat membuat bayi tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dari ASI atau susu formula untuk tumbuh kembangnya.
Pada akhirnya akan mengakibatkan si kecil mengalami gizi buruk dan penurunan berat badan.***