Ditemukan Janin Dalam Otak Bayi, Bagaimana Itu Terjadi?

Author
6 Min Read
Tanda-Tanda Bayi Bunda Kembar
Tanda-Tanda Bayi Bunda Kembar

Namun, beberapa kembar identik berbagi kantung ketuban dan plasenta, menjadikan mereka kembar diamniotik monokorionik yang merupakan kembar identik yang berbagi plasenta (monokorionik) tetapi masing-masing memiliki kantung bagian dalam (diamniotik).

Menurut data dari jurnal yang diterbitkan Fetal Diagnosis and Treatment Center terdapat sekitar 20 persen jenis kehamilan kembar ini dari total angka kelahiran kembar.

Kondisi di mana satu janin diselimuti oleh yang lain yang dikenal sebagai fetus in fetu ini juga disebut sebagai kembar parasit. Janin kembarannya yang diserap biasanya berhenti berkembang sedangkan yang lain terus tumbuh.

Risiko Kembar Diamniotik Monokorionik

Terdapat beberapa risiko pada bayi yang mengalami kembar diamniotik monokorionik yaitu:

  1. Risiko cacat lahir lebih tinggi. Maka dari itu melakukan ultrasonografi (USG) janin sejak awal kehamilan sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi yang terdeteksi hamil kembar.
  2. Terbatasnya pertumbuhan intrauterin ke salah satu janin (sIUGR), yang berarti salah satu janin lebih kecil dari yang diharapkan. Ini paling sering disebabkan oleh pembagian plasenta yang tidak seimbang atau tali pusat yang abnormal, seperti masuknya aliran tali pusat ke dalam amnion membran, bukan plasenta.
  3. Sindrom transfusi dari janin kembar ke kembarannya (TTTS). Ini terjadi pada 10-15 persen kembar monokorionik karena kelainan pada aliran pembuluh darah ke plasenta. TTTS disebabkan oleh satu janin menjadi donor dengan mengirimkan kelebihan darah ke janin lain kembarannya (penerima). Deteksi ini dapat dilakukan dengan USG ketika janin pendonor memiliki cairan ketuban yang rendah (oligohidramnion) dan penerima memiliki terlalu banyak cairan ketuban (polihidramnion). Jika tidak segera diatasi, itu dapat mengancam jiwa bagi kedua jenis kembar.
  4. Sindrom anemia polisitemia kembar (TAPS) jarang terjadi. Dalam kondisi ini, satu janin pendonor mengalami anemia dan yang lain mengalami kelainan tingginya jumlah sel darah merah (polisitemia).
Baca Juga  Heboh Moana Naik Jetski, ini Alternatif Aman Ajak si Kecil Berlibur ke Pantai

Cara Mengatasi Kembar Diamniotik Monokorionik

Karena komplikasi ini yang unik berhubungan dengan bayi monokorionik kembar, maka penting untuk memantau mereka dengan melakukan:

  1. Melakukan USG sebelum 14 minggu kehamilan
  2. Pemantauan USG pada 16 minggu kehamilan
  3. Dokter mungkin menggunakan teknik khusus untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan jangka penuh dan hasil yang lebih baik untuk Bunda dan bayi, termasuk:
    • Suntikan steroid yang direkomendasikan untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi  jika diperlukan persalinan dini.
    • Operasi laser yang digunakan jika bayi  menderita sindrom TTTS tingkat lanjut.
    • Amnioreduksi, prosedur yang dengan aman mengurangi jumlah cairan ketuban di dalam rahim  jika kadarnya terlalu tinggi.
    • Pemberian obat tertentu untuk menghentikan kontraksi yang cukup kuat yang bisa membuat Bunda melahirkan prematur.
    • Rawat inap, untuk situasi berisiko tinggi di mana Bunda dan bayi perlu dipantau lebih dekat‌‌.
Baca Juga  Jangan Lewatkan Bunda! Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Bayi

Deteksi dini adalah kunci untuk menjaga bayi Bunda tetap aman di dalam rahim selama dalam kandungan. Kemudian penting juga untuk melakukan pemeriksaan rutin tentang pertumbuhan janin, detak jantung janin, tali pusatnya serta tingkat cairan ketuban‌nya.

Pemeriksaan rutin juga membantu dokter untuk mengetahui kapan saatnya kehamilan kembar perlu diinduksi atau menjadwalkan operasi caesar agar bayi lahir lebih cepat jika ada kondisi-kondisi tertentu seperti ini.

 

 

 

 

Share this Article
Reading: Ditemukan Janin Dalam Otak Bayi, Bagaimana Itu Terjadi?