
8 Tanda Kesiapan Emosi dan Sosial Anak
Berikut tanda yang dapat diamati sebagai gambaran, bukan sebagai alat diagnosis:
- Mulai mampu berpisah dari orang tua untuk waktu tertentu, meski mungkin masih membutuhkan ritual perpisahan.
- Dapat menyampaikan kebutuhan sederhana, misalnya meminta bantuan, mengatakan lapar, ingin ke toilet, atau merasa tidak nyaman.
- Mulai mengikuti instruksi satu hingga beberapa langkah sesuai usia.
- Mampu menunggu giliran dalam permainan atau aktivitas kelompok, walau belum selalu berhasil.
- Mulai mengenali dan menyebut emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, atau kecewa.
- Dapat bermain di dekat atau bersama anak lain dan mulai memahami aturan sosial sederhana.
- Mampu pulih dari frustrasi dengan bantuan orang dewasa dan perlahan kembali ke aktivitas.
- Menunjukkan rasa ingin tahu, mau mencoba aktivitas, bergerak, bermain, dan belajar melalui pengalaman sehari-hari.
Tidak semua tanda harus muncul dengan kekuatan yang sama. Anak yang pemalu, misalnya, dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk bergabung dengan kelompok tetapi tetap mampu berkomunikasi dengan baik ketika sudah merasa aman.
Bermain Adalah Bagian dari Persiapan Belajar
Salah satu pesan yang terlihat kuat pada video adalah “bermain”. Bermain bukan lawan dari belajar. Melalui permainan, anak berlatih bahasa, kontrol tubuh, fleksibilitas berpikir, penyelesaian masalah, bergiliran, negosiasi, dan pengelolaan emosi. UNICEF melalui pendekatan Care for Child Development juga menempatkan bermain dan komunikasi sebagai aktivitas yang mendukung keterampilan motorik, kognitif-bahasa, serta sosial-emosional.
Permainan sederhana sudah cukup: bermain toko-tokoan, menyusun balok bergantian, mengikuti permainan “Simon Says”, menggambar bersama, bermain bola, atau pura-pura menjadi guru dan murid. Orang tua tidak harus mengubah rumah menjadi kelas. Justru pengalaman yang hangat dan responsif memberi ruang bagi anak untuk mencoba, salah, memperbaiki, dan mencoba lagi.