Ketahui Lebih Dalam Jam Tidur ASI Bayi yang Normal Yuk Bunda! Dan 4 Efek Sampingnya

Lafa Zidan Alfaini
7 Min Read
4 Efek Samping Jika Bayi ASI Kurang Tidur

4. Bayi 6 Bulan

Saat bayi melewati usia empat bulan, mereka telah melewati apa yang disebut trimester keempat.

Mereka akan mulai tidur nyenyak dan bayi yang sedang bertumbuh sering kali tidur selama 12 hingga 16 jam sehari seperti dikutip dari laman Happiest Baby.

5. Bayi 9–12 bulan

Pada usia ini, beberapa anak kecil mulai mengalami kecemasan akan perpisahan dan waktu tidur.

Sementara lainnya sedang asyik menikmati keterampilan baru mereka yang berkembang sehingga mereka merasa lebih sulit untuk tenang.

Todal waktu tidur pada usia ini yakni 12 hingga 16 jam sehari. Mereka biasanya memulai hari pada pukul 6 hingga 7 pagi.

Baca Juga  Ibu di Indonesia Banyak yang Berhenti Memberikan ASI Lebih Dini, 45 Persen Dipicu Karena Bekerja

4 Efek Samping Jika Bayi ASI Kurang Tidur

4 Efek Samping Jika Bayi ASI Kurang Tidur

Memenuhi tidur yang cukup pada bayi membuat tumbuh kembang mereka bisa maksimal ya, Bunda. Jadi, selain pemenuhan nutrisi, bayi juga perlu memenuhi waktu istirahat mereka dengan baik.

Seperti diketahui bahwa kurang tidur dapat menyebabkan beberapa beberapa masalah termasuk perkembangan otak yang menurun, masalah belajar, dan emosi negatif yang lebih sering.

Hal ini juga dapat menyebabkan masalah manajemen berat badan, masalah pertumbuhan, dan peningkatan frekuensi penyakit.

Tidur yang cukup berarti mendapatkan tidur yang cukup untuk bangun di pagi hari dengan perasaan segar dan mampu mempertahankan energi sepanjang hari.

Jumlah tidur yang dibutuhkan anak berada dalam kisaran tertentu, seperti halnya orang dewasa. Anak mungkin memerlukan jumlah tidur yang berbeda dari teman sebayanya.

Baca Juga  Darurat! Bukan Hanya Kelahiran Saja yang Rendah, Ternyata di Korea Selatan Ibu Menyusui Juga Dikit

Dan, penting diketahui bahwa kebutuhan tidur anak berubah seiring bertambahnya usia. Berikut ini adalah dampak jika waktu tidur yang dibutuhkan anak-anak tidak tidak terpenuhi dengan baik:

1. Kurang Tidur Melemahkan Imunitas Tubuh

Tubuh anak tidak dapat merespons pilek atau infeksi bakteri semudah saat mereka terserang pilek. Sistem kekebalan tubuh akan lebih sulit untuk menyingkirkan infeksi apa pun.

Saat anak tidur, respons demam mereka akan lebih baik. Inilah sebabnya mengapa demam tampaknya lebih tinggi di malam hari.

Demam merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang mencoba melawan infeksi.

Dan jika seorang anak kurang tidur, reaksi demamnya tidak akan terbentuk dan mereka tidak dapat melawan infeksi sebaik jika mereka cukup istirahat.

Baca Juga  Alami Dehidrasi, Seluruh Bayi di RS Al-Quds Gaza Kekurangan Pasokan ASI
TAGGED:
Share this Article
Reading: Ketahui Lebih Dalam Jam Tidur ASI Bayi yang Normal Yuk Bunda! Dan 4 Efek Sampingnya