1. Glaukoma
Glaukoma biasanya terjadi ketika cairan di dalam salah satu atau kedua mata meningkat secara perlahan.
Cairan yang semakin lama semakin banyak menyebabkan tekanan pada syaraf optik dan retina sehingga membuatnya rusak.
Akibatnya, si Kecil atau Bunda mengalami penurunan penglihatan tepi secara bertahap.
Proses kehilangan penglihatan dapat berlangsung sangat cepat dan menimbulkan rasa nyeri.
Kehilangan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan, namun penyakit ini dapat ditangani melalui penggunaan tetes mata yang diresepkan dokter.
2. Retinitis Pigmentosa (RP)
Retinitis Pigmentosa merupakan penyakit pada retina mata yang diwariskan dan menjadi salah penyebab kebutaan.
Kondisi ini ditandai dengan kerusakan pada sel-sel fotoreseptornya, terutama pada sel batang retina.
Retinitis Pigmentosa dapat menurunkan kemampuan melihat bahkan menyebabkan kebutaan.
Dikutip daro situs Organization for Rare Disorders, penyakit ini termasuk kelainan penglihatan yang langka, ada sekitar 1 dari 3000 atau 4000 orang yang mengalaminya.
Gejala kondisi ini biasanya akan muncul di usia 10-40 tahun yang dimulai dari penyempitan lapang pandang, rabun senja, dan sensitif terhadap kilatan cahaya.
3. Kecelakaan yang Menyebabkan Cedera pada Kepala
Pendarahan di otak juga bisa terjadi akibat cedera pada kepala, misalnya lantaran kecelakaan, hantaman benda keras, dan sebagainya.
Cedera pada kepala cukup sering mengakibatkan masalah penglihatan bahkan kebutaan.
Selain cedera langsung mata dan orbit mata, penyebab kebutaan juga bisa terjadi lantaran cedera yang mempengaruhi syaraf optik, fistula karotid kavernosus, dan jalur visual intrakranial pada otak.***