Hati-hati! Pneumonia Pembunuh Bayi Nomor 1

Author
5 Min Read
Tanda tanda anak sedang mengalami pneumonia
Tanda tanda anak sedang mengalami pneumonia

Diagnosis Pneumonia pada Anak

Petugas kesehatan dapat mendiagnosis pneumonia melalui pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa pola pernapasan dan mendengarkan paru-paru anak. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan menggunakan rontgen dada atau tes darah untuk menegakkan diagnosis.

Jika dokter mendapati tanda pola pernapasan yang tidak normal maka ada kemungkinan si Kecil mengalami penyakit ini. Misalnya, anak berusia 5 bulan yang normalnya bernapas 50 kali per menit akan bernapas terlalu cepat.

Jumlah napas ini bergantung pada usia anak- anak, anak yang lebih muda (bayi) biasanya memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi daripada anak yang lebih tua. Sehingga dalam mendeteksi perlu untuk menyesuaikan dengan usianya.

Baca Juga  Mengejutkan! Tak Mendapatkan Susu, Bayi di Gaza Terpaksa Minum Air Seduhan Tepung

Penyebab Anak Menderita Pneumonia

Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti:

  1. Adanya penyakit yang sudah ada sebelumnya, seperti gejala infeksi HIV dan campak, juga meningkatkan risiko anak tertular penyakit ini.
  2. Faktor lingkungan juga meningkatkan kerentanan anak,  polusi udara dalam ruangan yang disebabkan oleh memasak dan pemanasan dengan bahan bakar biomassa seperti kayu atau kotoran. Termasuk juga anak-anak yang tinggal di rumah yang padat sedangkan ada anggota keluarga yang merokok.
  3. Infeksi bakteri, virus, dan jamur yang umum menyebabkan penyakit ini. Sementara jenis bakteri yang umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumonia.

Pencegahan  Pneumonia

Dokter mendapati anak diagnosis mengalami pneumonia
Dokter melakukan pengobatan pada anak yang mengalami pneumonia

Kondisi ini penting untuk dicegah sedini mungkin untuk mengurangi angka kematian anak dengan cara:

  1. Memberikan imunisasi terhadap pneumokokus, campak dan batuk rejan (pertusis) merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah pneumonia.
  2. Gizi yang cukup merupakan kunci untuk meningkatkan daya tahan tubuh alami anak, dimulai dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Selain efektif mencegah penyakit ini juga membantu mengurangi lamanya penyakit jika anak sakit.
  3. Melindungi anak dari lingkungan yang tidak kondusif seperti polusi udara dalam ruangan dengan menyediakan kompor bersih yang terjangkau dan menjaga kebersihan yang baik di rumah yang padat, serta sebisa mungkin menghindarkan anak dari paparan asap rokok.
  4. Pada anak yang terinfeksi HIV, antibiotik kotrimoksazol diberikan setiap hari untuk mengurangi risiko tertular penyakit ini.
Baca Juga  Hati-hati! Wabah Pneumonia Misterius Sudah Bemunculan di China, Ini Dia Bakterinya

Meskipun terdengar sangat menakutkan, namun sebenarnya ini dapat dihindarkan dari anak-anak kita. Ayah dan Bunda hanya perlu melakukan pola hidup sehat dan meminimalisir anak-anak dari paparan polusi udara di sekitarnya.

TAGGED:
Share this Article
Reading: Hati-hati! Pneumonia Pembunuh Bayi Nomor 1