2. Masalah Konsumerisme
Kidfluencer seringkali aktif dalam mempromosikan produk dan merek kepada audiens muda mereka.
Dampaknya adalah anak-anak dapat terpengaruh oleh promosi ini, yang mungkin mendorong mereka ke arah konsumsi yang tidak sehat sejak usia dini.
Selain itu, pemahaman mereka yang terbatas tentang perbedaan antara konten promosi dan konten yang jujur dapat menciptakan ketidakjelasan dalam hal moral dan etika.
3. Mempengaruhi Pendidikan Anak
Anak-anak yang menjadi kidfluencer mungkin melewatkan pengalaman belajar penting di sekolah atau dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Mereka mungkin merasa tertekan oleh tuntutan untuk terus menciptakan konten yang menarik, sehingga mengorbankan waktu untuk pendidikan formal dan interaksi sosial yang sehat.
4. Mempengaruhi Tumbuh Kembangnya
Terpapar media sosial secara intens dapat memengaruhi kesehatan mental anak-anak.
Mereka mungkin merasa tertekan untuk mempertahankan citra yang sempurna di media sosial, dan ini dapat mengganggu perkembangan identitas mereka.
Peran Orang Tua untuk Menjaga si Kecil
Bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi influencer, penting untuk mempertimbangkan dengan saksama saran berikut ini:
1. Memastikan Pendidikan formal
Sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan formal anak tetap menjadi prioritas utama.
Orangtua dapat membantu dengan mengatur jadwal belajar yang teratur, memberikan bantuan saat dibutuhkan, dan berkomunikasi secara terbuka dengan guru atau staf sekolah untuk memantau kemajuan akademis anak.
Dengan menjaga pendidikan formal sebagai fondasi, anak akan memiliki dasar yang kuat untuk masa depan mereka, baik sebagai influencer maupun dalam berbagai karier lain yang mungkin mereka pilih.
2. Orang Tua Harus Aktif Terlibat Aktivitas Anak
Orang tua harus terlibat aktif dalam aktivitas daring anak mereka. Orangtua juga perlu memastikan bahwa interaksi anak di jagat maya terjadi dalam lingkungan yang aman.
Selain itu, menjaga aktivitas daring anak merupakan tugas penting, seperti membantu mereka memahami pentingnya mengatur pengaturan privasi pada akun media sosial mereka dan berbicara tentang informasi pribadi yang tidak boleh dibagikan.
Dengan keterlibatan yang tepat, anak dapat menjalani aktivitas sosial media dengan lebih aman dan bertanggung jawab.