Misalnya, jika bayi mengalami diare atau muntah-muntah, dirinya akan kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat sehat.
Dari situlah sang buah hati dapat berpotensi untuk dehidrasi, selain itu jika bayi mogok untuk menyusu, akan mengalami dehidrasi.
Maka dari itu, Bunda harus mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat terjadi kepada sang buah hati.
Mencegah Dehidrasi pada Bayi

Dikutip dari situs Healthline, Bunda tidak selalu bisa mencegah bayi atau balita mengalami dehidrasi.
Ingatlah bayi baru lahir memiliki perut sebesar buah anggur yang perlahan tumbuh sedikit lebih besar.
Artinya, bayi hanya dapat minum beberapa sendok teh susuh sekaligus dan memerlukan banyak makanan secara teratur.
Bayi baru lahir akan membutuhkan sekitar sembilan kali menyusui dalam jangka waktu 24 jam.
Mungkin sulit untuk tetap mengetahui semua pemberian makanan dan hal lainnya pada awalnya.
Catat berapa banyak air susu ibu yang diperoleh si Kecil dengan jadwal pemberian makannya.
Tidak kalah pentingnya adalah apa yang keluar dari ujung yang lain, sebanyak banyak bayi buang air besar atau mengompol merupakan pertanda baik seberapa banyak air yang masuk.
Periksa juga seperti apa kotoran sang buah hati, jika kotoran yang sangat encer mungkin mengalami diare dan kehilangan air.
Bila kotoran yang kering dan keras mungkin sang buah hati sedikit mengalami dehidrasi.***