Bun, Ini 6 Manfaat Mengajarkan Kemandirian Anak Sejak Dini

Author
7 Min Read
Melatih Kemandirian dengan Membiarkan Anak Bermain Puzzle Sendiri
Melatih Kemandirian dengan Membiarkan Anak Bermain Puzzle Sendiri

Tips Mengajarkan Kemandirian pada Anak

Saat anak sudah dilatih kemandirian sejak usia dini, di masa yang akan datang anak akan mudah untuk melakukan segala sesuatu sendiri yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan disiplin mengajarkan anak rasa mandiri, akan terus tertanam hingga mereka dewasa.

Melansir dari webmd, orang tua dapat melakukan tips berikut untuk melatih kemandirian pada anak sejak dini:

  1. Libatkan Mereka dalam Tugas Rumah Tangga

Cobalah mendorong anak untuk melakukan tugas-tugas kecil seperti membereskan mainan setelah waktu bermain, membantu menyimpan belanjaan, dan membereskan kamar mereka.

Pastikan Bunda memberi mereka tugas yang sesuai usianya. Anak-anak jauh lebih bersedia untuk membantu ketika mereka merasa berkontribusi pada rumah tangga secara otentik.

Baca Juga  Hati-hati! Wabah Pneumonia Misterius Sudah Bemunculan di China, Ini Dia Bakterinya

2. Tawarkan Pilihan dan Kebebasan pada Anak

Menawarkan kebebasan dan membiarkan anak-anak membuat pilihan dengan batasan-batasan tertentu adalah cara yang bagus untuk memberdayakan mereka. Ini juga dapat membangun kepercayaan diri dalam keterampilan membuat keputusan, dan membantu membangun rasa tanggung jawab.

Ketika anak-anak dapat membuat pilihan sendiri, maka ia akan semakin terlatih dalam menerima dan menghadapi konsekuensi atas pilihannya sendiri.

3. Biarkan Mereka Membuat Kesalahan

Membiarkan anak-anak membuat kesalahan akan mengajari mereka cara sukses dalam hidup dengan mengetahui mana yang salah dan mana yang benar. Saat mereka melakukan kesalahan, beri tahu mereka bahwa itu tidak masalah dan bantu mereka bertukar pikiran tentang bagaimana mereka dapat melakukannya dengan lebih baik di lain waktu.

Baca Juga  Membangun Anak Hebat dengan Tips Parenting Positif yang Mudah Diterapkan

Pergeseran pola pikir ini dapat memandu segala konsekuensi akan kesalahannya mulai dari kesalahan kecil. Seperti memilih untuk tidak membawa payung saat ramalan cuaca akan turun hujan, hingga kesalahan yang lebih besar, seperti gagal dalam ujian karena memutuskan untuk belajar hanya di malam hari sebelum ujian berlangsung.

4. Beri Mereka Ruang

Anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar dan berkembang. Dan mereka tidak mungkin menjadi lebih mandiri jika mereka tidak pernah memiliki kesempatan untuk benar-benar mandiri.

Dorong kemandirian dengan memberi anak banyak kesempatan untuk bereksplorasi tanpa diawasi secara berlebihan. Jika mereka bermain di ruangan lain, biarkan mereka bermain tanpa didampingi, Bunda bisa sesekali mengecek anak untuk memastikannya tetap aman.

Baca Juga  Ayah Bunuh Anak Kandungnya Karena Mengalami Autisme, Perhatikan Ini Para Orang Tua

5. Hindari Koreksi Berlebihan

Sebisa mungkin hindari mengoreksi anak ketika mereka mencoba melakukan sesuatu secara mandiri. Misalnya, jika Bunda meminta si Kecil merapikan tempat tidurnya, dan itu tidak sempurna, tahan keinginan untuk memperbaikinya. Selalu berusaha untuk mengingat bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan. Tujuannya agar si kecil dapat mengambil tanggung jawab tersebut.

Mendidik anak merupakan tugas orang tua yang tidak pernah ada habisnya. Usia dini merupakan masa yang tepat mengajarkan anak berbagai hal baik agar menjadi kebiasaan yang baik di masa depannya.

TAGGED: ,
Share this Article
Reading: Bun, Ini 6 Manfaat Mengajarkan Kemandirian Anak Sejak Dini