HALLOBUNDA.CO – Memasuki usia sekitar 6 bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Pada fase ini, ASI tetap penting, tetapi kebutuhan energi dan sejumlah zat gizi mulai melebihi yang dapat dipenuhi oleh ASI saja. Karena itu, MPASI perlu diberikan tepat waktu, cukup jumlah dan kualitasnya, aman, serta mengikuti sinyal lapar dan kenyang bayi.
Menurut WHO (World Health Organization) salah satu komponen penting dalam MPASI adalah protein. Protein menyediakan asam amino yang digunakan tubuh untuk membangun otot, kulit, organ, enzim, hormon, antibodi, dan jaringan baru. Makanan kaya protein hewani juga sering membawa zat besi, zinc, vitamin B12, kolin, dan lemak yang mendukung pertumbuhan serta perkembangan otak.
Namun, istilah “tinggi protein” tidak berarti memenuhi mangkuk bayi dengan lauk sebanyak mungkin. Menu tetap memerlukan karbohidrat, lemak, protein hewani, protein nabati, sayur atau buah, dan cairan sesuai usia. Porsi, tekstur, frekuensi, keamanan makanan, dan respons bayi sama pentingnya dengan jenis bahan yang dipilih.
Mengapa protein penting sejak awal MPASI?
Bayi tumbuh sangat cepat pada dua tahun pertama kehidupan. Protein membantu pembentukan jaringan baru dan mempertahankan fungsi tubuh. Asam amino dari protein juga menjadi bahan untuk enzim, hormon, serta berbagai senyawa yang diperlukan sistem saraf dan kekebalan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging memiliki profil asam amino esensial yang lengkap. Bahan pangan tersebut juga dapat menjadi sumber zat besi dan zinc yang penting setelah bayi berusia sekitar 6 bulan. Protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan tetap bermanfaat sebagai sumber protein, serat, dan variasi rasa.
Kualitas pola makan lebih penting daripada satu bahan “superfood”. Telur ekonomis dan padat gizi, ikan menyediakan protein serta jenis lemak tertentu, daging kaya zat besi, sedangkan tempe dan tahu membuat menu lebih beragam. Kombinasi bahan lokal yang mudah ditemukan umumnya lebih realistis untuk diberikan secara konsisten.
Apa yang dimaksud MPASI tinggi protein?
MPASI tinggi protein adalah menu pendamping ASI yang memasukkan sumber protein hewani dan/atau nabati dalam jumlah sesuai kebutuhan bayi, tanpa mengabaikan energi, lemak, mikronutrien, tekstur, dan keamanan makanan.
Dalam praktik rumah tangga, fokusnya bukan menghitung gram setiap suapan. Pastikan setiap makan utama memiliki sumber protein, terutama protein hewani, lalu lengkapi dengan karbohidrat, lemak tambahan, dan bahan pangan lain. Pertumbuhan bayi harus dipantau pada kurva pertumbuhan; penilaian kecukupan tidak dilakukan dari satu kali makan atau hanya berdasarkan tampilan tubuh.