Nilai Bukan Segalanya: 7 Aspek Perkembangan Anak yang Perlu Bunda Lihat

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Anak mengikuti aktivitas kelas dengan ekspresi fokus bersama teman.
Anak mengikuti aktivitas kelas dengan ekspresi fokus bersama teman.

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak mulai sekolah, kelas dan hasil belajar sering menjadi patokan yang paling mudah terlihat. Bunda mungkin melihat teman sekelas sudah berani presentasi, cepat membaca, mudah berteman, atau tampak lebih mandiri. Tanpa sadar, muncul pertanyaan: “Mengapa anakku belum seperti itu?”

Judul video Youtube Shorts Hallo Bunda yang menjadi sumber artikel ini mengingatkan: “Jangan Nilai Perkembangan Anak dari Kelasnya Saja!” Pesan tersebut penting karena perkembangan anak jauh lebih luas daripada posisi kelas atau pencapaian akademik. Anak tumbuh melalui banyak jalur sekaligus—emosi, sosial, bahasa, cara berpikir, gerak, dan kemandirian.

Baca Juga  Mengapa Memuliakan Istri Berpengaruh pada Emosi Anak?

Mengapa Kelas dan Nilai Tidak Cukup untuk Menilai Perkembangan Anak?

Kelas mengelompokkan anak terutama berdasarkan usia, kurikulum, atau kebijakan sekolah. Namun, dua anak dengan usia yang sama dapat mempunyai temperamen, pengalaman, minat, kekuatan, dan kebutuhan dukungan yang berbeda. Karena itu, kemampuan yang terlihat di ruang kelas tidak selalu menggambarkan keseluruhan perkembangan.

Seorang anak bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca tetapi sangat peka terhadap perasaan temannya. Anak lain mungkin cepat memahami angka tetapi masih belajar mengelola kecewa ketika kalah. Ada pula anak yang pendiam di kelas namun mampu bercerita panjang ketika berada di rumah. Semua contoh ini menunjukkan bahwa perkembangan tidak berjalan sebagai satu garis lurus.

Baca Juga  Tau Kah Bunda? Jika Memaksa Anak Untuk Memeluk Orang Lain, Merupakan Tindakan yang Fatal

CDC membagi milestone perkembangan ke beberapa domain, termasuk sosial-emosional, bahasa/komunikasi, kognitif, dan gerak. Pada usia lima tahun, misalnya, contoh kemampuan sosial-emosional mencakup mengikuti aturan atau bergiliran saat bermain dengan anak lain. Artinya, perkembangan yang perlu diamati memang lebih luas daripada akademik semata.

Perkembangan Anak Terjadi di Banyak Domain

Untuk melihat anak secara lebih utuh, Bunda dapat memperhatikan beberapa area perkembangan sekaligus. Perkembangan sosial-emosional mencakup kemampuan mengenali perasaan, membangun hubungan, beradaptasi, dan perlahan mengelola respons ketika kecewa. Perkembangan bahasa berkaitan dengan memahami serta menggunakan komunikasi. Perkembangan kognitif meliputi belajar, berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah. Sementara perkembangan motorik berkaitan dengan kemampuan menggunakan tubuh dan keterampilan tangan.

Baca Juga  Gegara Orang Tua Lalai, Seorang Bocah Tak Sengaja Menelan Kerincingan Selama 3 Minggu

Domain-domain tersebut saling berhubungan. Anak yang kesulitan mengungkapkan kebutuhan, misalnya, dapat lebih mudah frustrasi. Anak yang sedang cemas ketika berada di lingkungan baru mungkin tampak sulit berkonsentrasi, meskipun sebenarnya mampu memahami pelajaran. Karena itu, satu perilaku sebaiknya tidak langsung diberi label tanpa melihat konteks.

Share this Article
Reading: Nilai Bukan Segalanya: 7 Aspek Perkembangan Anak yang Perlu Bunda Lihat