Ucapan Anak Belum Jelas? 7 Cara Memodelkan Bunyi dan Kata Tanpa Memaksa

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu memodelkan pengucapan kata dengan jelas saat bermain bersama anak
Ibu memodelkan pengucapan kata dengan jelas saat bermain bersama anak

HALLOBUNDA.CO – Si Kecil sudah banyak bercerita, tetapi beberapa katanya masih terdengar berbeda? Misalnya “mobil” menjadi “obin”, “kereta” terdengar seperti “teta”, atau hanya orang rumah yang mudah memahami ucapannya. Pada masa perkembangan, anak memang masih belajar mengatur bibir, lidah, rahang, aliran udara, serta pola bunyi bahasa yang ia dengar setiap hari.

Artikulasi berkaitan dengan bagaimana bunyi ujaran diproduksi. Namun kejelasan bicara tidak hanya dipengaruhi satu bunyi. ASHA menggunakan istilah speech sound disorders untuk kesulitan pada persepsi, produksi motorik, atau representasi fonologis bunyi bicara. Karena itu, ketika pengucapan anak belum jelas, tujuan stimulasi di rumah bukan membuat semua bunyi langsung sempurna, melainkan memberi model ucapan yang baik sambil menjaga komunikasi tetap nyaman.

Baca Juga  Membaca Buku Interaktif: 7 Cara Sederhana Merangsang Bicara dan Bahasa Anak

Pengucapan Belum Sempurna Tidak Selalu Berarti Gangguan

Anak menguasai bunyi secara bertahap. Beberapa bunyi muncul lebih awal, sementara bunyi lain membutuhkan waktu lebih lama. NIDCD mencatat bahwa pada rentang 2–3 tahun anak menggunakan berbagai bunyi seperti k, g, f, t, d, dan n serta biasanya dapat dipahami keluarga dan teman. Pada 4–5 tahun, anak umumnya sudah mengucapkan sebagian besar bunyi dengan benar, meski beberapa bunyi tertentu masih dapat berkembang.

Milestone sebaiknya dipakai sebagai panduan pemantauan, bukan diagnosis. ASHA menegaskan bahwa setiap anak berkembang secara unik dan milestone komunikasi bukan alat skrining atau diagnostik. Yang penting diamati adalah pola kesalahan, seberapa mudah ucapan dipahami, apakah ada kemajuan, respons terhadap suara, serta dampaknya terhadap komunikasi sehari-hari.

Baca Juga  Checklist Bicara Anak Sesuai Usia: Apa yang Perlu Dipantau dari 12 Bulan hingga 5 Tahun?

7 Cara Memodelkan Artikulasi Anak dalam Percakapan Sehari-hari

1. Ulangi maksud anak dengan bentuk kata yang benar

Jika anak berkata, “Mau teta,” dan Bunda memahami maksudnya “kereta”, tidak perlu langsung berkata, “Salah, bilang ke-re-ta.” Tanggapi pesan anak sambil memberi model: “Oh, mau kereta. Ini keretanya.” Anak tetap merasa dipahami sekaligus mendengar bentuk kata yang tepat.

2. Perlambat ucapan, bukan membesar-besarkan gerakan mulut

Gunakan tempo sedikit lebih lambat dan artikulasi yang natural. Tekankan kata kunci secukupnya, misalnya “bola merah” atau “buka pintu”. Hindari membuat gerakan mulut yang sangat berlebihan karena anak perlu belajar dari model bicara yang tetap menyerupai percakapan sehari-hari.

3. Pilih kata yang sering dipakai anak

Mulailah dari kata yang fungsional dan bermakna: nama anggota keluarga, makanan favorit, mainan, benda rumah, atau kata tindakan seperti “mau”, “buka”, “ambil”, dan “lagi”. Kata yang sering dibutuhkan memberi lebih banyak kesempatan mendengar dan mencoba tanpa terasa seperti latihan formal.

Baca Juga  Anak Suka Menunjuk tapi Belum Banyak Bicara? Cara Mengubah Momen Sehari-hari Menjadi Latihan Bahasa

4. Gunakan pengulangan alami dalam satu konteks

Saat bermain bola, Bunda dapat berkata, “Ini bola. Bola jatuh. Ambil bola. Lempar bola.” Pengulangan membuat anak mendengar bentuk bunyi berkali-kali, tetapi konteksnya tetap bermakna. Cara ini lebih natural daripada meminta anak mengucapkan satu kata sepuluh kali.

Share this Article
Reading: Ucapan Anak Belum Jelas? 7 Cara Memodelkan Bunyi dan Kata Tanpa Memaksa