HALLOBUNDA.CO – Bunda meminta si Kecil mengambil sepatu, ia langsung melakukannya. Saat ditanya mana kucing di buku, jarinya menunjuk gambar yang tepat. Ia juga tahu letak botol minum, memahami rutinitas mandi, bahkan bisa mengikuti percakapan sederhana. Namun ketika diminta menyampaikan keinginan dengan kata, jawabannya masih sedikit. Situasi seperti ini sering membuat orang tua bertanya: kalau anak sudah mengerti banyak, kenapa bicaranya belum sebanyak yang dipahami?
Memahami bahasa dan menggunakan bahasa memang saling berkaitan, tetapi keduanya bukan kemampuan yang persis sama. Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami kata, kalimat, pertanyaan, dan instruksi. Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan maksud melalui suara, gestur, kata, hingga kalimat. ASHA menjelaskan bahwa anak dengan late language emergence dapat mengalami keterlambatan ekspresif saja atau keterlambatan campuran ekspresif dan reseptif. Artinya, kemampuan memahami yang tampak lebih baik merupakan informasi penting, tetapi tetap perlu melihat perkembangan komunikasi anak secara utuh.
Paham Lebih Banyak daripada yang Bisa Diucapkan, Apakah Wajar?
Pada masa awal perkembangan bahasa, anak memang sering memahami lebih banyak daripada yang mampu ia ucapkan. NIDCD menggambarkan perkembangan bahasa sebagai proses bertahap: anak memahami kata dan instruksi sederhana, kemudian memperoleh kata baru secara teratur dan mulai menggabungkan kata. Namun setiap anak memiliki lintasan perkembangan yang berbeda. Yang lebih penting daripada membandingkan jumlah kata adalah melihat apakah kemampuan komunikasinya terus bertambah dari waktu ke waktu.
CDC juga menggunakan milestone untuk membantu orang tua memantau perkembangan, bukan untuk mendiagnosis. Misalnya, pada 30 bulan, milestone komunikasi mencakup sekitar 50 kata, menggabungkan dua kata atau lebih dengan satu kata tindakan, dan menamai benda di buku ketika ditanya. Jika Bunda memiliki kekhawatiran, milestone dapat menjadi bahan diskusi dengan dokter atau tenaga profesional, bukan nilai ujian yang harus dicapai persis pada hari ulang tahun tertentu.
7 Jembatan dari Paham ke Berani Mengucapkan Kata
1. Berhenti sejenak sebelum langsung memenuhi kebutuhan
Ketika anak menunjuk botol minum, orang tua sering langsung memberikannya karena sudah memahami maksudnya. Sesekali, buat jeda singkat sekitar beberapa detik sambil menatap hangat dan memberi kesempatan anak menambahkan suara, gestur, atau kata. Bunda bisa berkata, “Mau…?” lalu menunggu. Jika anak belum menjawab, lanjutkan dengan model, “Mau minum.” Tujuannya bukan menahan kebutuhan anak, melainkan menciptakan ruang agar ia punya alasan untuk berkomunikasi.
2. Ubah pertanyaan sulit menjadi dua pilihan
Pertanyaan “Mau makan apa?” membutuhkan anak mencari kata sendiri dari banyak kemungkinan. Untuk anak yang masih sedikit bicara, pilihan dapat membuat respons lebih mudah: “Mau pisang atau roti?” Tunjukkan kedua benda sambil menyebut namanya. Anak boleh menunjuk terlebih dahulu. Setelah itu, Bunda dapat memodelkan kata pilihannya: “Pisang. Bunda mau pisang.” Pilihan memberi struktur tanpa mengubah percakapan menjadi tes.
3. Ikuti minat anak, lalu beri kata pada apa yang sedang ia lihat
Bahasa lebih mudah bermakna ketika menempel pada sesuatu yang sedang menarik perhatian anak. Jika ia melihat truk, tidak perlu segera memindahkan topik ke kartu belajar. Ikuti fokusnya: “Truk besar. Truk jalan. Brum!” Jika ia berkata “tuk”, responslah terhadap maksudnya dan perluas sedikit: “Iya, truk jalan.” ASHA memasukkan respons yang langsung berkaitan dengan upaya komunikasi anak, pemberian model bahasa, imitasi, dan perluasan kata sebagai gaya interaksi yang dapat mendukung kompetensi bahasa.
4. Gunakan teknik tambah satu tingkat
Bunda tidak perlu meminta anak mengucapkan kalimat panjang. Sesuaikan model dengan kemampuan yang sudah ada. Jika anak menggunakan gestur, berikan model satu kata. Jika ia sudah memakai satu kata, perluas menjadi dua kata. Anak berkata “bola”, Bunda menjawab “bola merah” atau “bola jatuh”. Anak berkata “mau susu”, Bunda dapat memodelkan “mau susu lagi”. Teknik ini menjaga bahasa tetap sedikit lebih maju, tetapi masih mudah diproses.

Subscribe to my channel