Bukan Cuma Jumlah Kata: 7 Sinyal Speech Delay yang Perlu Bunda Kenali

Syafaria Hadyandari
6 Min Read
Ibu mengamati komunikasi anak saat bermain bersama
Ibu mengamati komunikasi anak saat bermain bersama

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak belum banyak mengucapkan kata, wajar jika Bunda bertanya apakah ia mengalami speech delay. Namun, perkembangan komunikasi bukan hanya soal berapa kata yang sudah bisa disebutkan. Cara anak memahami ucapan, menggunakan gestur, menanggapi ajakan bermain, hingga menambah kemampuan dari waktu ke waktu sama pentingnya untuk diamati.

Istilah speech delay biasanya merujuk pada keterlambatan perkembangan bicara. Kesulitan komunikasi juga dapat melibatkan bahasa reseptif (memahami) atau ekspresif (menyampaikan pesan). Satu tanda saja tidak otomatis berarti diagnosis tertentu. Karena itu, panduan berikut membantu Bunda mengenali kapan pengamatan di rumah perlu dilanjutkan dengan evaluasi profesional.

Baca Juga  Anak Bisa Bicara tapi Tidak Mau Bicara? Kenali Penyebab dan Cara Memberi Stimulasi Bahasa Tanpa Memaksa

Mengapa Jumlah Kata Saja Tidak Cukup?

Anak bisa memahami banyak kata tetapi belum mampu mengucapkannya. Sebaliknya, anak mungkin bisa menirukan kata tanpa selalu memahami maknanya. Penilaian yang menyeluruh mempertimbangkan usia, kemampuan mendengar, penggunaan gestur, kualitas interaksi, bahasa yang digunakan keluarga, dan perubahan kemampuan dari waktu ke waktu.

7 Sinyal Speech Delay yang Perlu Bunda Perhatikan

1. Jarang menggunakan gestur untuk meminta atau berbagi perhatian

Menunjuk benda yang diinginkan, melambai, atau menunjukkan mainan adalah bagian penting komunikasi awal. Jika anak jarang menggunakan gestur sesuai usianya, catat juga apakah ia berusaha mengajak orang lain melihat hal yang menarik baginya.

2. Respons terhadap suara atau panggilan tidak konsisten

Anak yang tampak sering tidak merespons suara mungkin mengalami berbagai kendala, termasuk masalah pendengaran. Pemeriksaan pendengaran dapat menjadi bagian penting evaluasi meskipun anak sesekali tampak mendengar suara tertentu.

Baca Juga  Red Flag Speech Delay: 7 Tanda Perkembangan Bicara Anak yang Perlu Bunda Perhatikan

3. Sulit memahami arahan yang sesuai usianya

Perhatikan kemampuan mengikuti instruksi dalam konteks yang familier, misalnya mengambil sepatu atau menyerahkan benda. Jangan langsung menyimpulkan dari satu kesempatan: suasana, perhatian, dan kerumitan instruksi dapat memengaruhi respons.

4. Minim komunikasi dua arah saat bermain

Komunikasi tidak harus berupa kalimat. Tatapan bergantian, ekspresi, menunjuk, bersuara, dan merespons permainan merupakan bentuk timbal balik. Bila interaksi dua arah terasa sangat terbatas, diskusikan pengamatan ini saat konsultasi.

Share this Article
Reading: Bukan Cuma Jumlah Kata: 7 Sinyal Speech Delay yang Perlu Bunda Kenali