Anak Paham tapi Belum Lancar Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif

Syafaria Hadyandari
6 Min Read
Ibu dan anak berinteraksi untuk mengembangkan bahasa reseptif dan ekspresif
Ibu dan anak berinteraksi untuk mengembangkan bahasa reseptif dan ekspresif

HALLOBUNDA.CO – “Ambil bola yang merah, ya,” kata Bunda. Si Kecil langsung mengambilnya, tetapi ketika ditanya ingin bermain apa, ia hanya menunjuk. Situasi seperti ini bisa membuat orang tua bertanya-tanya: mengapa anak memahami ucapan, tetapi belum banyak berbicara? Salah satu cara memahami perkembangan komunikasi adalah mengenal bahasa reseptif dan ekspresif anak. Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak selalu berkembang dengan kecepatan yang persis sama.

Apa Itu Bahasa Reseptif dan Ekspresif Anak?

Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami pesan yang didengar atau dibaca, misalnya mengenali nama benda, mengikuti petunjuk, atau memahami pertanyaan sederhana. Sementara itu, bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan pikiran, kebutuhan, dan perasaan melalui kata, kalimat, gerak tubuh, tanda, atau bentuk komunikasi lainnya. Jadi, kemampuan ekspresif tidak hanya dinilai dari seberapa banyak kata yang diucapkan.

Baca Juga  Latihan Meniru Bunyi untuk Anak: 7 Permainan Ringan dari Suara ke Kata

Sebagai contoh, anak yang mengambil sepatu saat diminta menunjukkan pemahaman bahasa reseptif. Anak yang mengatakan “mau sepatu” atau menggunakan isyarat untuk meminta sepatu sedang menggunakan kemampuan ekspresif. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), keterampilan komunikasi berkembang bertahap dan perlu dilihat berdasarkan rentang usia serta konteks keseharian.

Mengapa Anak Bisa Paham tetapi Belum Lancar Bicara?

Memahami pesan dan menghasilkan ujaran melibatkan tuntutan yang berbeda. Untuk berbicara, anak perlu memilih kata, menyusun pesan, dan mengoordinasikan gerakan bicara. Ada anak yang lebih mudah mengikuti instruksi daripada mengutarakan jawaban. Namun, kondisi ini tidak otomatis berarti perkembangan anak normal atau bermasalah. Perhatikan kemampuan komunikasi secara keseluruhan, termasuk respons terhadap suara, interaksi dua arah, penggunaan gestur, dan kemajuan dari waktu ke waktu.

Baca Juga  Perceraian Meningkat, Ini 3 Trik Agar Mental Anak tak Terdampak

7 Cara Menstimulasi Bahasa Reseptif dan Ekspresif di Rumah

1. Sebutkan benda saat beraktivitas

Ketika menyiapkan sarapan, tunjuk buah sambil mengatakan, “Ini pisang. Pisangnya kuning.” Beri waktu anak melihat dan merespons. Pengulangan dalam konteks nyata membantu menghubungkan kata dengan maknanya.

2. Berikan instruksi singkat dan jelas

Mulai dari satu langkah, seperti “Taruh buku di meja.” Jika sudah mudah, sesuaikan tantangannya menjadi dua langkah. Jangan terburu-buru mengulang perintah; beri jeda agar anak memproses pesan.

3. Ikuti minat anak saat bermain

Jika anak memilih mobil-mobilan, gunakan kata “jalan”, “berhenti”, dan “cepat”. Mengikuti perhatian anak membuat percakapan lebih relevan daripada memaksanya menyebut banyak kosakata sekaligus.

Baca Juga  Ngobrol 10 Menit Sehari dengan Anak: Teknik Tanya, Tunggu, dan Tanggapi

4. Perluas ucapan tanpa mengoreksi berlebihan

Saat anak berkata “kucing tidur”, Bunda bisa menanggapi, “Iya, kucingnya tidur di sofa.” Model kalimat yang sedikit lebih panjang membantu anak mendengar susunan bahasa secara alami.

Share this Article
Reading: Anak Paham tapi Belum Lancar Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif