
5. Baca buku bergambar secara interaktif
Tunjuk gambar, beri komentar, lalu ajukan pertanyaan sederhana sesuai kemampuan anak. Tidak perlu menguji setiap halaman. Beri kesempatan anak menunjuk, meniru bunyi, atau melengkapi kata yang sudah dikenal.
6. Tawarkan pilihan nyata
Coba tanyakan, “Mau apel atau pisang?” sambil memperlihatkan keduanya. Terima respons berupa tatapan, menunjuk, isyarat, atau kata; kemudian contohkan ujaran yang sesuai, seperti “Mau apel.”
7. Bangun percakapan bergantian
Saat bermain balok, komentari tindakan anak lalu tunggu. Balas suara, gestur, atau kata yang ia berikan. Interaksi bolak-balik lebih penting daripada meminta anak terus-menerus mengulang kata.
Kapan Bunda Perlu Berkonsultasi?
Pertimbangkan konsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara-bahasa bila anak tampak sulit memahami instruksi sesuai usianya, jarang berupaya berkomunikasi, tidak menunjukkan kemajuan, atau kehilangan kemampuan bahasa yang sebelumnya sudah dimiliki. Pemeriksaan pendengaran juga dapat diperlukan karena gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan komunikasi. Jangan menunggu hanya karena anak terlihat mengerti beberapa perintah.
Dua Kemampuan yang Sama-Sama Penting
Bahasa reseptif dan ekspresif anak berkembang melalui interaksi yang hangat dan berulang. Bunda tidak harus membuat sesi belajar formal setiap hari: bermain, membaca buku, makan bersama, dan membereskan mainan sudah bisa menjadi kesempatan berkomunikasi. Amati kemajuan anak tanpa membandingkannya secara kaku dengan teman sebaya, dan cari pendampingan profesional jika muncul kekhawatiran.
Baca juga di Hallo Bunda: “Membaca Buku Interaktif: 7 Cara Sederhana Merangsang Bicara dan Bahasa Anak” dan “Latihan Meniru Bunyi: 7 Permainan Sederhana untuk Merangsang Bicara Anak”. Pilih satu aktivitas yang paling disukai si Kecil untuk dicoba hari ini.
FAQ (People Also Ask)
Apa perbedaan bahasa reseptif dan ekspresif?
Bahasa reseptif berkaitan dengan memahami pesan, sedangkan bahasa ekspresif berkaitan dengan menyampaikan pesan melalui kata, gestur, tanda, atau cara komunikasi lain.
Apakah anak yang paham perintah tetapi belum bicara perlu diperiksa?
Belum tentu ada gangguan, tetapi jika kemampuan bicara tertinggal dari tahapan perkembangan usia atau orang tua khawatir, sebaiknya berkonsultasi untuk penilaian lebih lanjut.
Bagaimana cara melatih bahasa reseptif anak?
Gunakan instruksi sederhana, tunjuk dan namai benda, bacakan buku bergambar, serta tingkatkan kompleksitas bahasa secara bertahap sesuai respons anak.
Bagaimana cara melatih bahasa ekspresif anak?
Berikan pilihan, ikuti minat anak, perluas ucapannya, dan beri jeda agar anak dapat merespons dengan kata atau gestur.
Apakah terlambat bicara sama dengan gangguan bahasa reseptif?
Tidak. Keterlambatan bicara dan kesulitan memahami bahasa bukan istilah yang sama; evaluasi profesional membantu membedakan aspek komunikasi yang terdampak.

Subscribe to my channel