Bahasa Reseptif vs Ekspresif: Perbedaan, Contoh, dan Cara Melatihnya

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Perbedaan bahasa reseptif memahami pesan dan bahasa ekspresif menyampaikan pesan
Ilustrasi: dua sisi komunikasi, memahami dan mengungkapkan pesan.

5. Bermain tebak gambar

Bunda bisa meminta, “Mana kucing yang tidur?” lalu bergantian bertanya, “Kucingnya sedang apa?” Sesuaikan pertanyaan dengan kemampuan anak.

6. Membaca buku secara interaktif

Ajak anak menunjuk tokoh, menebak kejadian, atau menyebut benda favorit. Beri waktu untuk menjawab dan ikuti minatnya; membaca bukan ujian.

Baca Juga  Bukan Sekadar Membacakan: 7 Cara Membuat Buku Jadi Ruang Percakapan Anak

7. Ceritakan rutinitas bersama

Saat mandi atau menyiapkan makanan, jelaskan kegiatan singkat: “Kita cuci tangan. Airnya mengalir.” Beri kesempatan anak melengkapi kata atau menyampaikan pilihan.

Kapan Perlu Berkonsultasi?

Perkembangan bahasa memiliki variasi. Namun, konsultasikan dengan dokter anak atau terapis wicara jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki, tampak sulit memahami arahan sesuai usia, jarang berkomunikasi, atau Bunda memiliki kekhawatiran berkelanjutan. Pemeriksaan pendengaran mungkin diperlukan. Stimulasi di rumah mendukung perkembangan, tetapi tidak menggantikan evaluasi profesional.

Komunikasi Dua Arah Dimulai dari Hal Sederhana

Tidak perlu latihan panjang setiap hari. Percakapan hangat saat bermain, membaca, dan menjalani rutinitas memberi kesempatan anak untuk memahami sekaligus mengekspresikan pesan. Amati responsnya, sesuaikan tantangan, dan rayakan upaya komunikasi kecil. Untuk ide aktivitas tambahan, Bunda bisa membaca artikel Hallo Bunda tentang membaca buku interaktif dan latihan meniru bunyi.

Baca Juga  Anak Siap Sekolah Bukan Hanya Bisa Baca: Kenali Kesiapan Emosi dan Sosialnya

FAQ (People Also Ask)

Apa perbedaan bahasa reseptif dan ekspresif?

Bahasa reseptif berkaitan dengan memahami pesan, sedangkan bahasa ekspresif berkaitan dengan menyampaikan pesan melalui gestur, suara, kata, atau kalimat.

Apakah bahasa reseptif selalu berkembang lebih dulu?

Pemahaman sering tampak lebih awal daripada kemampuan mengucapkan kata, tetapi pola perkembangan setiap anak bervariasi dan tidak bisa dinilai dari satu keterampilan saja.

Bagaimana cara melatih bahasa reseptif anak?

Gunakan instruksi sederhana, tunjuk benda saat menyebut namanya, baca buku bersama, dan tingkatkan kompleksitas sesuai respons anak.

Bagaimana cara melatih bahasa ekspresif anak?

Berikan pilihan, tunggu respons, ikuti minat anak, dan perluas ucapan atau gesturnya menjadi contoh kata dan kalimat sederhana.

Baca Juga  Rutinitas Sebelum Tidur untuk Melatih Anak Bicara: 7 Ritual Bahasa yang Bisa Diulang Setiap Malam

Kapan anak perlu diperiksa karena terlambat bicara?

Jika ada kehilangan kemampuan, kesulitan memahami atau berkomunikasi sesuai usia, atau kekhawatiran orang tua, konsultasikan dengan dokter anak atau terapis wicara.

Share this Article
Reading: Bahasa Reseptif vs Ekspresif: Perbedaan, Contoh, dan Cara Melatihnya