Reading: Jangan Saling Menjelekkan! Begini 5 Cara Terbaik Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua kepada si Kecil

Jangan Saling Menjelekkan! Begini 5 Cara Terbaik Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua kepada si Kecil

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Jangan Saling Menjelekkan! Begini 5 Cara Terbaik Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua kepada si Kecil

Kemudian, merasa orangtua sudah tidak sayang lagi, lantaran salah satu pasangan memilih untuk pergi dari rumah.

dikutip dari situs Psychology Today, jika pemikiran menyalahkan diri sendiri yang dimiliki oleh anak akan memiliki harga diri yang rendah.

Sang buah hati pun akan merasakan ketidaklayakan untuk merasakan sebuah cinta dari siapapun.

Kemudian, anak juga mungkin akan mengembangkan citra diri yang negatif. Mereka akan merasa malu tentang siapa mereka dan sebagainya.

Maka dari  itu, penting untuk Bunda dan Ayah menjelaskan permasalahan yang terjadi dalam keluarga dan anak.

Baca Juga  Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak: Membentuk Generasi Penuh Kasih

Termasuk juga soal perselingkuhan, apalagi ketika orang tua untuk mengambil keputusan untuk bercerai.

5 Cara Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua pada Anak

Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua pada Anak
Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua pada Anak

Sebelum memulai menjelaskan perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangga pada anak tergantung dengan usia si Kecil dan kondisinya saat ini.

Berikut ada beberapa yang perlu orangtua perhatikan sebelum membicarakan perselingkuhan pada anak, di antaranya:

1. Perhatikan Usia Anak

Menjelaskan perselingkuhan orangtua pada anak bisa dimulai saat si Kecil sudah memasuki usia TK.

Namun harus diperhatikan terlebih dahulu, cara menjelaskan harus menggunakan dengan kata-kata yang mudah dimengerti.

Menjelaskan dengan jujur apa yang terjadi lebih baik daripada harus menutup-nutupi semuanya.

Hal tersebut karena anak usia taman kanak-kanak sudah mulai bisa merasakan dan mengenal situasi atau kondisi yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga  Kemenkes Temukan 5.100 Kasus Baru HIV, Bunda Jadi Korban

Semakin kecil usia anak, informasi yang disampaikan harus lebih konkret, simpel, dan singkat sesuai dengan kemampuan pemahaman anak.

Sedangkan, untuk anak SD kelas 3 atau 4 ke atas, beri penjelasan yang lebih kompleks dan rasional, khususnya anak remaja.

2. Mengatur Waktu yang Tepat

Sebelum membicarakan mengenai masalah yang terjadi dalam rumah tangga pada anak, tentukan waktu yang tepat.

Pastikan anak dan orangtua dalam kondisi yang tenang, jangan menjelaskan saat emosi Bunda dan Ayah yang belum sepenuhnya terkendali.

Pasalnya, menjelaskan pada anak dengan perasaan emosional hanya akan membuat Bunda dan Ayah membicarakan hal-hal yang tidak perlu dikatakan.

Hal ini juga mungkin akan membuat anak merasa benci dengan salah satu pasangan.

Baca Juga  Hati-Hati! Kasus DBD di Indonesia Melonjak, Segera Lindungi si Kecil Dengan 3 Cara Ini
Share this Article
Reading: Jangan Saling Menjelekkan! Begini 5 Cara Terbaik Menjelaskan Perselingkuhan Orangtua kepada si Kecil