Tali Pusar Bayi Baiknya Langsung Dipotong atau Menunggu Putus dengan Sendirinya?
Tali pusat atau tali pusar bayi merupakan jaringan pengikat yang menghubungkan plasenta dengan janin. Menurut informasi dari laman What to Expect, tali pusat memiliki banyak manfaat, terutama saat bayi dalam kandungan.
Adanya tali pusat ini bisa menjaga kelangsungan hidup janin, memfasilitasi tumbuh kembang janin, sebagai pembawa asupan oksigen, nutrisi, hingga pembuangan senyawa sisa.
Keputusan Menunda Memotong Tali Pusar Sejenak
Memotong tali pusar berarti memotong hubungan antara bayi dan plasenta yang selama kurang lebih sembilan bulan menemaninya bertumbuh dan berkembang. Plasenta jugalah yang menjadi sumber kehidupan bagi janin dalam kandungan.
Pada saat bayi lahir maka tali pusat sudah tidak dibutuhkan lagi. Maka dari itu dulu beberapa ahli medis beranggapan bahwa tali pusar harus segera dipotong sesaat setelah bayi lahir.
Belakangan ini ada tren baru yang memilih untuk menunda pemotongan tali pusat tersebut. Hal itu agar bayi cukup mendapatkan aliran darah dari plasenta sebelum memisahkannya.
Kelompok pertama merupakan kelompok medis termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah merekomendasikan penundaan pemotongan tali pusat selama satu hingga tiga menit setelah lahir.
Itu berlaku untuk bayi cukup bulan dan bayi prematur. Baik mereka yang dilahirkan secara pervaginam atau melalui operasi caesar.
Kemudian kelompok lain, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan penundaan selama 30 hingga 60 detik.
Ada pula kelompok yang merekomendasikan untuk membiarkan tali pusar dan plasenta tersebut tetap menempel pada bayi hingga tali pusar itu terlepas sendiri dari pusar. Proses ini, yang dikenal dengan istilah lotus birth, biasanya memakan waktu 3-10 hari, tetapi dapat bervariasi tergantung pada iklim dan tingkat kelembapan.
Ketiga kelompok tersebut tentu memiliki alasan ilmiah dalam memutuskan waktu penundaannya. Bagi kelompok yang memutuskan untuk menunda sampai maksimal tiga menit berpendapat bahwa menunda pemotongan tali pusar terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi.

Faktanya, baik American College of Obstetrics and Gynecology atau American Pregnancy Association bahkan tidak membahas praktik tersebut di situs web mereka. Dan pernyataan tahun 2008 dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan, “jika dibiarkan dalam jangka waktu tertentu setelah melahirkan, ada risiko infeksi pada plasenta yang akibatnya dapat menyebar ke bayi.”
Pernyataan tersebut berdasarkan fakta bahwa plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Selain itu pada tahap pasca melahirkan sudah tidak ada sirkulasi pada plasenta lagi sehingga pada dasarnya plasenta tersebut telah menjadi jaringan mati.