Dari Kata Pertama ke Kosakata Fungsional: Cara Membantu Anak Makin Aktif Berkomunikasi

Syafaria Hadyandari
9 Min Read
Ibu membantu mengembangkan kata pertama dan kosakata anak saat bermain
Ibu membantu mengembangkan kata pertama dan kosakata anak saat bermain
Jenis kosakata fungsional untuk perkembangan bahasa anak
Jenis kosakata fungsional untuk perkembangan bahasa anak

5. Gunakan buku untuk memperluas kategori kata

Buku bergambar dapat mengenalkan hewan, makanan, kendaraan, anggota tubuh, tempat, tindakan, warna, ukuran, dan emosi. Tidak perlu membaca setiap kalimat. Ikuti gambar yang menarik perhatian anak, beri komentar, lalu hubungkan dengan pengalaman nyata: “Ada bus. Kemarin kita naik bus.”

6. Ulangi kata dalam konteks yang berbeda

Anak belajar makna lebih kuat ketika mendengar kata yang sama pada berbagai situasi. Kata “panas”, misalnya, dapat muncul saat melihat sup, cuaca, atau air mandi. Pengulangan yang bermakna lebih bermanfaat daripada meminta anak menghafalkan daftar kata.

7. Jadikan percakapan sebagai giliran, bukan kuis

Jika setiap interaksi berisi pertanyaan “Apa ini?”, “Warna apa?”, dan “Ini siapa?”, anak dapat merasa seperti sedang dites. Seimbangkan pertanyaan dengan komentar. Bunda dapat berkata, “Wah, menaranya tinggi!” lalu menunggu apakah anak menatap, menunjuk, bersuara, atau memberi komentar. Respons kecil itu adalah bagian dari percakapan.

Baca Juga  10 Aktivitas Motorik Halus Anak Prasekolah untuk Melatih Kemandirian dan Koordinasi

Jangan Hanya Menghitung Jumlah Kata

Jumlah kata memang dapat menjadi salah satu petunjuk perkembangan, tetapi kualitas komunikasi juga penting. Amati apakah kosakata anak semakin bervariasi, apakah ia memperoleh kata baru secara teratur, mulai menggabungkan kata, memahami instruksi, menggunakan gestur, dan mencoba berinteraksi. NIDCD mencantumkan bahwa pada rentang 1–2 tahun anak umumnya memperoleh kata baru secara rutin dan mulai menggabungkan dua kata, sedangkan pada 2–3 tahun bahasa berkembang menjadi frasa dua atau tiga kata untuk berbicara dan meminta sesuatu.

Pengucapan juga belum harus sempurna ketika kosakata sedang berkembang. ASHA mencatat bahwa pada 19–24 bulan ucapan mungkin belum selalu jelas. Daripada terus mengoreksi, orang tua dapat mengulang kata dengan model yang benar di dalam percakapan.

Kapan Perlu Meminta Evaluasi?

Konsultasikan perkembangan anak bila kata baru tidak bertambah dari waktu ke waktu, anak kehilangan kata atau kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki, jarang menggunakan gestur, tidak merespons nama atau suara secara konsisten, kesulitan memahami bahasa, atau sangat frustrasi karena sulit menyampaikan kebutuhan. Bila anak tidak mencapai banyak milestone dalam rentang usianya, ASHA menyarankan untuk mencari penilaian dari audiolog atau speech-language pathologist.

Baca Juga  Ngobrol 10 Menit Sehari dengan Anak: Mulai dari 5 Langkah Ini!

Pemeriksaan pendengaran juga penting karena kemampuan mendengar berkaitan erat dengan perkembangan bicara dan bahasa. Evaluasi profesional membantu melihat bukan hanya jumlah kata, tetapi juga pemahaman, penggunaan bahasa, bunyi bicara, interaksi sosial, dan faktor pendengaran.

Bangun Kosakata yang Bisa Dipakai Anak untuk Berkomunikasi

Setelah kata pertama muncul, target berikutnya bukan sekadar membuat daftar kata semakin panjang. Bantu anak memiliki kata yang dapat dipakai untuk berbagai tujuan: meminta, menolak, menjawab, menceritakan, berkomentar, dan berbagi pengalaman. Percakapan sehari-hari, permainan, buku, dan respons hangat dari orang tua adalah ruang belajar bahasa yang sangat kaya. Fokus pada kemajuan dari waktu ke waktu dan beri anak kesempatan untuk menjadi bagian aktif dari percakapan.

Lanjutkan stimulasi secara bertahap melalui artikel Hallo Bunda tentang Permainan Tebak Gambar, Membaca Buku Interaktif, dan Red Flag Speech Delay.

FAQ (People Also Ask)

Kapan kata pertama anak biasanya muncul?

Perkembangan berbeda pada setiap anak. CDC mencantumkan bahwa pada 15 bulan sebagian besar anak mencoba satu atau dua kata selain panggilan orang tua. Milestone sebaiknya digunakan untuk memantau pola perkembangan, bukan menentukan diagnosis.

Apakah suara seperti “ba” untuk bola bisa dihitung sebagai kata?

Baca Juga  Kids Lifestyle Update 2026: 7 Tren yang Layak Diikuti Tanpa Mengorbankan Tumbuh Kembang

Upaya kata yang digunakan secara konsisten untuk makna tertentu dapat menjadi bagian dari perkembangan komunikasi meskipun pengucapannya belum sempurna.

Berapa kosakata anak usia 2 tahun?

Tidak sebaiknya menilai anak dari satu angka saja. ASHA mencantumkan penggunaan dan pemahaman setidaknya 50 kata pada rentang 19–24 bulan, serta penggabungan dua kata atau lebih. Lihat juga pemahaman, gestur, interaksi, dan kemajuan dari waktu ke waktu.

Bagaimana cara menambah kosakata anak tanpa memaksa?

Ikuti minat anak, komentari aktivitasnya, tambahkan satu tingkat dari ucapannya, beri pilihan, baca buku bersama, dan ulangi kata dalam konteks yang bermakna.

Apakah anak harus mengucapkan kata dengan jelas agar dihitung?

Tidak selalu. Pada tahap awal, ucapan dapat belum jelas. Orang tua dapat memberikan model pengucapan yang benar tanpa menuntut anak mengulang berkali-kali.

Apakah bilingual membuat kata pertama anak terlambat?

ASHA menyatakan belajar beberapa bahasa tidak menyebabkan masalah bicara atau bahasa. Anak sebaiknya mendapat kesempatan mendengar dan menggunakan bahasa yang nyaman dipakai keluarga.

Kapan perlu ke terapis wicara?

Cari evaluasi bila perkembangan kata tidak bergerak maju, anak kehilangan kemampuan, terdapat kekhawatiran pemahaman atau pendengaran, atau anak tidak mencapai banyak milestone pada rentang usianya.

Share this Article
Reading: Dari Kata Pertama ke Kosakata Fungsional: Cara Membantu Anak Makin Aktif Berkomunikasi