3. Dampak
Dari segi dampak, kedua kondisi tersebut tidak memiliki banyak perbedaan, untuk stunting dapat menyebabkan sang buah hati mengalami gagal tumbuh yang bersifat permanen.
Tak hanya itu saja, dapat juga menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi serta struktur saraf dan sel-sel otak.
Hal ini akan menyebabkan si Kecil kesulitan menyerap pelajaran di sekolah, sang buah hati juga akan rentan terserang dengan penyakit.
Sedangkan dengan gizi buruk akan memiliki dampak seperti menggangu pertumbuhan fisik dan mempengaruhi perkembangan otak anak.
Selain itu, si Kecil yang mengalami kondisi tersebut juga memiliki sistem imun tubuh yang rendah sehingga rentan terserang berbagai macam penyakit.
Jika sudah melihat perbedaan kedua kondisi tersebut Bunda dan Ayah harus mengetahui cara pencegahannya.
Agar sang buah hati tidak mengalami kedua kondisi tersebut, lantaran akan menghancurkan masa depannya.
Gizi buruk dapat dicegah dengan memberikan anak makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhannya. Selain itu, orang tua juga perlu membawa anak berobat jika terkena penyakit infeksi.
Sedangkan dengan stunting cara mencegahnya dengan memenuhi kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil melalui makanan dan suplementasi zat gizi.
Memberikan ASI eksklusif kepada anak sampai berusia enam bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas dan memadai setelah usia enam bulan.
Rutin membawa anak untuk melakukan imunisasi sesuai yang diterapkan oleh pemerintah, dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, memastikan kebersihan air yang diminum, dan lain sebagainya.***