Anak Paham Perintah tapi Belum Lancar Bicara? Kenali Dua Kemampuan Bahasa Ini

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Ilustrasi bahasa reseptif dan ekspresif anak dalam komunikasi sehari-hari
Ilustrasi bahasa reseptif dan ekspresif anak dalam komunikasi sehari-hari

HALLOBUNDA.CO – Pernahkah Bunda meminta si Kecil mengambil sepatu, lalu ia langsung melakukannya, tetapi ketika ditanya “Mau pakai yang mana?” ia hanya menunjuk? Situasi ini menunjukkan bahwa memahami ucapan dan mengungkapkan keinginan merupakan dua kemampuan yang berbeda. Dalam perkembangan bicara dan bahasa anak, keduanya dikenal sebagai bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Memahami perbedaannya membantu Bunda memberi stimulasi yang lebih sesuai, tanpa terburu-buru memberi label pada anak.

Apa Itu Bahasa Reseptif dan Ekspresif?

Menurut ASHA, bahasa reseptif adalah kemampuan memahami pesan, baik berupa kata, kalimat, maupun petunjuk dalam konteks. Contohnya, anak menoleh saat namanya dipanggil atau mengambil bola ketika diminta. Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan maksud melalui gestur, bunyi, kata, atau kalimat. Misalnya, anak menunjuk gelas sambil berkata “minum”, lalu berkembang menjadi “mau minum”. Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak selalu berkembang dengan kecepatan yang sama.

Baca Juga  Anak Sudah Belajar, Kok Besok Lupa? Kenali Peran Tidur dalam Menguatkan Memori

Mengapa Anak Bisa Paham tetapi Belum Banyak Bicara?

Memahami pesan sering kali tampak lebih dulu dibandingkan kemampuan menghasilkan ujaran yang jelas. Namun, kemampuan bahasa tidak bisa dinilai dari satu contoh saja. Usia, kesempatan berinteraksi, pendengaran, lingkungan bahasa, serta perkembangan anak secara keseluruhan ikut berperan. Anak yang dapat mengikuti instruksi belum tentu memiliki seluruh keterampilan bahasa sesuai usianya. Sebaliknya, anak yang banyak mengucapkan kata belum tentu memahami instruksi yang lebih kompleks.

5 Cara Menstimulasi Dua Kemampuan Bahasa Anak

1. Narasikan kegiatan sederhana

Saat mandi atau berpakaian, ucapkan kalimat singkat yang relevan: “Kita pakai kaus biru” atau “Sekarang cuci tangan.” Pengulangan dalam konteks nyata membantu anak menghubungkan kata dengan makna.

Baca Juga  Bunda dan Ayah Berbeda Pendapat soal Anak? Ini Solusinya

2. Beri pilihan dan tunggu jawaban

Tawarkan dua benda: “Mau pisang atau pepaya?” Tunggu beberapa detik. Terima respons berupa tatapan, menunjuk, bunyi, atau kata, kemudian modelkan ucapan: “Oh, mau pisang.” Hindari menuntut anak mengulang berkali-kali.

3. Latih pemahaman lewat permainan

Ajak anak melakukan instruksi sesuai kemampuannya, seperti “Taruh boneka di kursi.” Setelah terbiasa, tambahkan satu unsur: “Ambil mobil lalu taruh di kotak.” Jangan jadikan permainan sebagai tes yang membuat anak tertekan.

Share this Article
Reading: Anak Paham Perintah tapi Belum Lancar Bicara? Kenali Dua Kemampuan Bahasa Ini