
4. Perluas kata yang sudah diucapkan
Ketika anak mengatakan “kucing”, balas secara alami: “Iya, kucing tidur.” Jika ia berkata “bola jatuh”, Bunda bisa menambahkan “Bola merahnya jatuh.” Teknik ini memberi contoh kalimat sedikit lebih panjang tanpa mengoreksi secara berlebihan.
5. Baca buku sambil mengobrol
Pilih buku bergambar. Tunjuk objek, komentari tindakan tokoh, lalu beri kesempatan anak merespons. Pertanyaan seperti “Mana bebek?” melatih pemahaman, sedangkan “Bebeknya sedang apa?” memberi ruang ekspresi sesuai tahap kemampuan.
Kapan Bunda Perlu Mencari Bantuan?
Perhatikan bila anak tampak sulit memahami instruksi yang sesuai usia, jarang berusaha berkomunikasi, kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki, atau perkembangan bahasa menimbulkan kekhawatiran. Pemeriksaan pendengaran dan konsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara dapat membantu menilai kebutuhan anak. Jangan menunggu hanya karena anak terlihat memahami beberapa perintah.
Dua Kemampuan, Satu Tujuan: Komunikasi yang Bermakna
Stimulasi bahasa tidak harus berupa sesi belajar formal. Percakapan saat makan, bermain, dan membaca buku memberi kesempatan anak mendengar, memahami, lalu mencoba menyampaikan pesan. Bunda dapat mengikuti minat si Kecil, merespons usahanya, dan menikmati interaksi dua arah. Setiap anak memiliki ritme perkembangan sendiri, tetapi kekhawatiran yang menetap tetap layak dibicarakan dengan tenaga profesional. Bunda bisa mencoba satu aktivitas percakapan hari ini, lalu melanjutkan bacaan tentang latihan meniru bunyi dan membaca buku interaktif untuk menambah ide stimulasi di rumah.
FAQ (People Also Ask)
Apa beda bahasa reseptif dan ekspresif pada anak?
Reseptif berkaitan dengan memahami pesan; ekspresif berkaitan dengan menyampaikan maksud melalui gestur, bunyi, kata, atau kalimat.
Apakah anak yang mengerti perintah tetapi belum bicara pasti terlambat bicara?
Tidak selalu. Perlu mempertimbangkan usia, kemampuan komunikasi lain, pendengaran, dan tonggak perkembangan. Konsultasikan bila ada kekhawatiran.
Bagaimana melatih bahasa reseptif anak?
Gunakan kalimat singkat, tunjuk benda nyata, dan ajak bermain mengikuti instruksi sederhana sesuai kemampuan anak.
Bagaimana melatih bahasa ekspresif anak?
Beri pilihan, tunggu respons, tanggapi gestur atau bunyi, dan perluas kata anak dalam percakapan sehari-hari.
Kapan perlu konsultasi terkait perkembangan bahasa?
Jika anak kehilangan kemampuan, kesulitan memahami atau berkomunikasi sesuai usia, atau orang tua khawatir, konsultasikan dengan dokter anak dan pertimbangkan evaluasi pendengaran serta terapi wicara.

Subscribe to my channel