HALLOBUNDA.CO – Bunda mungkin pernah mendengar si Kecil mengoceh “ba-ba” sambil menunjuk bola, lalu bertanya-tanya apakah itu sudah termasuk kata pertama. Ada juga anak yang memahami ucapan orang tua, tetapi masih mengandalkan gerakan tangan untuk meminta sesuatu. Perjalanan menuju kata pertama memang tidak selalu sama pada setiap anak. Yang penting bukan hanya berapa banyak kata yang terdengar, melainkan bagaimana anak berusaha berkomunikasi dan bagaimana orang dewasa meresponsnya.
Apa yang Disebut Kata Pertama Anak?
Kata pertama adalah bunyi atau bentuk kata yang digunakan anak secara konsisten untuk merujuk pada orang, benda, tindakan, atau kebutuhan tertentu. Pengucapannya belum harus sempurna. Misalnya, “cu” yang berulang kali digunakan untuk meminta susu dapat menjadi bentuk kata bermakna dalam konteks tertentu. Sebaliknya, ocehan yang belum memiliki maksud konsisten merupakan bagian penting dari latihan suara, tetapi belum tentu dapat dihitung sebagai kata.
Dari Ocehan, Gestur, hingga Kosakata
Sebelum berbicara, bayi berkomunikasi melalui tangisan, tatapan, senyum, suara, dan gerakan. Lama-kelamaan muncul ocehan berulang, gestur menunjuk atau melambaikan tangan, lalu penggunaan kata yang semakin konsisten. Perkembangan bahasa reseptif—memahami perkataan—dan bahasa ekspresif—menyampaikan maksud—dapat berjalan dengan kecepatan berbeda. Karena itu, ketika menilai kemajuan, perhatikan juga respons anak terhadap suara, perhatian bersama saat bermain, kemampuan meniru, dan upayanya mengajak orang lain berinteraksi.
Kapan Biasanya Kata Pertama Muncul?
Rentang perkembangan anak bervariasi. Sebagai panduan pemantauan, CDC mencatat bahwa pada usia 15 bulan kebanyakan anak mencoba mengatakan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”; pada usia 18 bulan mencoba tiga kata atau lebih; dan pada usia 2 tahun mulai mengucapkan setidaknya dua kata bersama, seperti “mau susu”. Milestone menggambarkan kemampuan yang dicapai sebagian besar anak pada usia tersebut, bukan alat diagnosis. Jika Bunda khawatir, jangan menunggu hanya karena mendengar bahwa setiap anak punya waktunya sendiri.
7 Cara Membantu Anak Menemukan Kata Pertama dan Menambah Kosakata
1. Sebutkan nama benda yang sedang menarik perhatian anak
Saat anak meraih mobil mainan, katakan “mobil”, “mobil jalan”, atau “mobil merah”. Mengikuti perhatian anak membuat kata terdengar relevan dengan pengalaman yang sedang ia alami.
2. Respons gestur dengan kata sederhana
Ketika anak menunjuk air, tanggapi “Mau air? Ini air.” Tidak perlu berpura-pura tidak memahami gesturnya. Gestur adalah jembatan menuju komunikasi verbal, bukan kebiasaan buruk yang harus dihentikan.
3. Gunakan kalimat singkat, lalu perluas sedikit demi sedikit
Jika anak berkata “bola”, Bunda dapat menanggapi “bola besar” atau “bola jatuh”. Cara ini memberi contoh susunan kata tanpa menuntut anak mengulanginya setiap kali.
4. Sisipkan kata dalam rutinitas yang berulang
Waktu mandi, makan, berpakaian, dan membereskan mainan menyediakan banyak kesempatan. Gunakan kata yang sama dalam konteks nyata, misalnya “buka”, “tutup”, “lagi”, “habis”, “panas”, atau “dingin”.

Subscribe to my channel