6. Cerita Bergerak Tiga Adegan
Tujuan perkembangan: Menggabungkan urutan gerak, imajinasi, narasi, kosakata tindakan, dan sebab-akibat.
Alat dan bahan: Tiga benda sebagai properti, misalnya kain, kotak, dan boneka.
Cara bermain: Buat cerita singkat: boneka menyeberangi sungai kain, masuk ke gua kotak, lalu pulang. Anak memerankan gerak dan membantu menentukan akhir cerita.
Variasi: Gunakan pertanyaan terbuka: “Lalu apa yang terjadi?” atau “Bagaimana boneka bisa keluar?”
Catatan keamanan: Pastikan kotak stabil dan tidak digunakan untuk menutup anak tanpa pengawasan.
7. Tempel-Lepas Pita dan Sebutkan Posisi
Tujuan perkembangan: Melatih kekuatan jari, koordinasi mata-tangan, konsep spasial, dan instruksi.
Alat dan bahan: Pita kertas yang mudah dilepas dan benda besar ringan.
Cara bermain: Tempel pita sebagai garis di meja atau lantai. Minta anak menaruh benda “di atas garis”, “di samping”, atau “di dalam kotak”. Setelah itu anak melepas pita perlahan.
Variasi: Buat bentuk sederhana atau huruf awal nama untuk anak lebih besar.
Catatan keamanan: Uji pita agar tidak merusak permukaan dan awasi agar tidak dimasukkan ke mulut.
8. Menara Instruksi
Tujuan perkembangan: Melatih motorik halus, stabilitas bahu, memori, konsep ukuran, dan bahasa deskriptif.
Alat dan bahan: Balok besar, gelas plastik, atau kotak kecil.
Cara bermain: Beri instruksi bertahap: “Taruh balok besar di bawah. Tambahkan yang kuning. Sekarang buat pintu.” Setelah selesai, minta anak menjelaskan menaranya.
Variasi: Anak lebih besar dapat memberi instruksi kepada orang tua tanpa menunjuk.
Catatan keamanan: Gunakan benda ringan dan bangun jauh dari wajah atau benda pecah belah.
9. Tebak Tekstur sambil Mendeskripsikan
Tujuan perkembangan: Melatih eksplorasi tangan, diskriminasi sensorik, kata sifat, perbandingan, dan inferensi.
Alat dan bahan: Kain halus, spons, sikat lembut, bola bertekstur, dan kantong kain.
Cara bermain: Anak meraba satu benda tanpa melihat. Bantu dengan pilihan kata: halus, kasar, lembut, keras, ringan. Setelah menebak, bandingkan dua tekstur.
Variasi: Anak besar dapat menjelaskan fungsi benda atau membuat teka-teki untuk orang tua.
Catatan keamanan: Hindari tekstur tajam, bahan pemicu alergi, dan benda kecil.
10. Telepon Gelas: Dengarkan dan Ulangi
Tujuan perkembangan: Melatih genggaman, koordinasi, perhatian mendengar, artikulasi, dan percakapan bergiliran.
Alat dan bahan: Dua gelas kertas dan tali hanya untuk anak yang cukup matang; alternatif aman adalah dua gulungan tisu tanpa tali.
Cara bermain: Berpura-pura menelepon. Sampaikan pesan pendek, lalu anak mengulang atau membalas. Gunakan topik nyata: rencana makan, cuaca, atau cerita hari ini.
Variasi: Anak besar dapat memberi tiga petunjuk atau memainkan peran petugas toko.
Catatan keamanan: Tali harus selalu diawasi dan tidak dililitkan pada tubuh. Gunakan alternatif tanpa tali untuk anak kecil.
Menyesuaikan Aktivitas Berdasarkan Usia
Usia memberi gambaran umum, tetapi bukan satu-satunya penentu. Perhatikan stabilitas tubuh, kemampuan memahami instruksi, kecenderungan memasukkan benda ke mulut, toleransi terhadap suara dan tekstur, serta minat anak.
| Usia | Penyesuaian | Contoh |
| 1–2 tahun | Satu langkah, kata konkret, gerak sederhana, alat besar. | Gerak hewan, bola bergulir, mencari satu benda, jalur bantal pendek. |
| 2–3 tahun | Satu–dua instruksi, pilihan dua benda, kalimat pendek. | Keranjang perintah, kaus kaki berpasangan, menara instruksi. |
| 3–4 tahun | Dua–tiga langkah, permainan peran, deskripsi sederhana. | Cerita bergerak, Simon Berkata, tebak tekstur, telepon pura-pura. |
| 4–6 tahun | Aturan bergantian, narasi, alasan, anak menjadi pemimpin. | Berburu petunjuk kompleks, cerita tiga adegan, instruksi tanpa menunjuk. |