Anak Mengerti Perintah tapi Lebih Sering Diam? Coba Amati Ini

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Anak paham instruksi tapi belum bicara saat memilih mainan bersama ibu
Anak paham instruksi tapi belum bicara saat memilih mainan bersama ibu
Enam situasi untuk mengamati respons komunikasi anak
Enam situasi untuk mengamati respons komunikasi anak

4. Ketika ditanya hal yang tidak terlihat

Perintah “Taruh gelas di meja” mungkin lebih mudah daripada pertanyaan “Tadi kita lihat apa di taman?” karena pertanyaan kedua membutuhkan ingatan dan penyusunan kata. Sesuaikan pertanyaan dengan usia dan kemampuan anak. Mulailah dari gambar atau benda nyata, kemudian perlahan gunakan pertanyaan yang lebih terbuka.

5. Ketika ada perubahan rutinitas

Anak mungkin tampak sangat memahami instruksi yang diulang setiap hari, misalnya “Ayo mandi.” Cobalah mengamati respons terhadap instruksi sederhana yang baru, dalam situasi tenang dan tanpa petunjuk gerakan. Jangan menjadikannya ujian; perhatikan apakah pemahaman tetap terlihat di berbagai konteks.

6. Ketika berbicara dengan orang lain

Bandingkan secara wajar bagaimana anak berkomunikasi dengan pengasuh, saudara, atau teman bermain. Ada anak yang lebih banyak bicara dalam situasi akrab dan lebih diam saat bertemu orang baru. Namun jika kata spontan sangat terbatas di berbagai situasi, catat contoh konkretnya untuk dibicarakan saat konsultasi.

Baca Juga  Ucapan Anak Belum Jelas? Coba 7 Permainan Bunyi yang Menyenangkan

Cara Menanggapi agar Percakapan Lebih Mengalir

Alih-alih terus-menerus bertanya “Ini apa?”, ikuti minat anak. Sebutkan benda yang sedang ia lihat, perluas satu kata menjadi frasa, dan beri waktu untuk merespons. Misalnya, saat anak berkata “bola”, Bunda bisa menjawab “Bola besar menggelinding.” Interaksi bolak-balik yang hangat lebih berguna daripada mengulang pertanyaan yang sama sampai anak tertekan.

Membaca buku bergambar juga dapat menjadi kesempatan membangun bahasa. Bunda bisa menunjuk tokoh, mengomentari tindakannya, lalu berhenti sejenak. Tidak perlu menyelesaikan semua halaman. Beberapa menit percakapan yang mengikuti ketertarikan anak sudah dapat menjadi rutinitas yang bermakna.

Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan

Hindari membandingkan anak dengan teman sebaya secara terus-menerus, menyimpulkan bahwa ia sengaja malas berbicara, atau memaksa anak mengulang kata berkali-kali. Jangan menganggap anak pasti tidak memiliki hambatan hanya karena ia dapat mengikuti instruksi. Kesulitan bicara dan bahasa dapat memiliki banyak penyebab, termasuk masalah pendengaran, dan perlu dinilai secara individual.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi?

Jika Bunda khawatir anak sangat sedikit menggunakan kata spontan, kesulitan memahami instruksi di luar rutinitas, jarang memakai gestur untuk berkomunikasi, tidak menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki, diskusikan dengan dokter anak. Pemeriksaan pendengaran dan asesmen oleh terapis wicara dapat dipertimbangkan sesuai temuan. Tidak perlu menunggu sampai anak terlihat benar-benar tertinggal untuk menyampaikan kekhawatiran.

Baca Juga  Anak Paham Perintah tapi Belum Lancar Bicara? Kenali Dua Kemampuan Bahasa Ini

Sebagai konteks, CDC mencantumkan penggunaan sedikitnya dua kata bersama sebagai salah satu milestone komunikasi pada usia 2 tahun. Namun milestone adalah alat pemantauan, bukan diagnosis; usia dan profil perkembangan anak harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Pada keluarga multibahasa, penilaian juga perlu memperhatikan kemampuan anak di semua bahasa yang digunakan.

Dengarkan Cara Anak Berkomunikasi

Anak yang memahami instruksi tetapi jarang menjawab tidak bisa dinilai hanya dari satu situasi. Perhatikan cara ia meminta, memilih, bermain, memahami pesan baru, dan berinteraksi dengan orang lain. Bunda dapat memberi contoh kata secara natural sambil tetap menghargai gestur dan usaha komunikasinya. Jika ada kekhawatiran, evaluasi profesional membantu menemukan dukungan yang paling sesuai.

Ingin memahami perbedaan kemampuan memahami dan mengungkapkan bahasa? Lanjutkan membaca artikel Hallo Bunda tentang Bahasa Ekspresif vs Reseptif, Checklist Kosakata Anak 2–5 Tahun, dan Red Flag Speech Delay.

Baca Juga  Anak Paham tapi Belum Banyak Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif

FAQ (People Also Ask)

Apakah normal anak paham instruksi tetapi belum bicara?

Kemampuan memahami dan mengungkapkan bahasa dapat berkembang dengan kecepatan berbeda. Penilaian bergantung pada usia, gestur, kosakata, pendengaran, dan perkembangan keseluruhan.

Apakah anak yang mengikuti perintah pasti tidak speech delay?

Tidak. Mengikuti perintah merupakan salah satu kemampuan bahasa reseptif, tetapi belum menggambarkan kemampuan bahasa ekspresif secara menyeluruh.

Bagaimana mengajak anak yang jarang menjawab untuk berbicara?

Ikuti minat anak, berikan pilihan sederhana, contohkan kata atau frasa pendek, dan beri jeda untuk merespons tanpa memaksa.

Apakah menunjuk termasuk komunikasi?

Ya. Menunjuk dan gestur lain merupakan bentuk komunikasi yang penting, terutama sebelum bahasa verbal berkembang.

Kapan anak perlu dievaluasi?

Jika perkembangan komunikasi stagnan, ada kekhawatiran pemahaman atau pendengaran, atau anak kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki, konsultasikan kepada dokter.

Apakah dua bahasa menyebabkan anak terlambat bicara?

Paparan lebih dari satu bahasa tidak dengan sendirinya menyebabkan gangguan bahasa. Penilaian perlu mempertimbangkan semua bahasa yang digunakan anak.

Share this Article
Reading: Anak Mengerti Perintah tapi Lebih Sering Diam? Coba Amati Ini