
5. Mainkan bunyi dan gerakan bersama
Permainan mobil “brum-brum”, ketukan “tok-tok”, atau suara hewan dapat mengundang anak bergiliran bersuara. Bunyi tiruan bukan pengganti kosakata bermakna, tetapi bisa menjadi jembatan menuju interaksi verbal dan permainan simbolik.
6. Ceritakan tindakan anak saat bermain
Ketika anak menumpuk balok, Bunda dapat berkata “balok naik”, “tinggi”, atau “jatuh!”. Mengikuti minat anak biasanya lebih menyenangkan daripada terus meminta anak menyebut nama warna atau bentuk yang belum ia kuasai.
7. Perluas kata yang sudah diucapkan
Bila anak mengatakan “bola”, tambahkan satu unsur: “bola merah” atau “bola jalan”. Bila anak berkata “mau susu”, Bunda dapat menanggapi “mau susu dingin”. Penambahan singkat memberi model bahasa berikutnya tanpa mengoreksi secara keras.
Bagaimana Memilih Kata yang Tepat untuk Dilatih?
Mulailah dari kata yang sering dibutuhkan anak, misalnya “mau”, “lagi”, “habis”, “buka”, “air”, atau nama orang dan benda favorit. Kata kerja dan kata sosial sama berharganya dengan nama benda. Perhatikan juga gestur: menunjuk, melambaikan tangan, atau mengangguk merupakan bagian penting dari perkembangan komunikasi.
Tidak perlu mengejar target menghafal sejumlah kata setiap hari. Amati apakah anak semakin sering berinisiatif berkomunikasi, memahami kata yang digunakan dalam rutinitas, meniru suara atau kata baru, dan memakai kata yang sudah dikenalnya dalam konteks yang tepat.
Hindari Kebiasaan yang Membuat Interaksi Terasa Seperti Ujian
Pertanyaan “ini apa?” yang diulang terus-menerus bisa membuat anak tertekan. Seimbangkan pertanyaan dengan komentar yang mendeskripsikan apa yang sedang terjadi. Hindari pula membandingkan anak dengan teman sebaya, memaksa pengulangan, atau menganggap keterlambatan bicara sekadar karena anak malas. Video dan aplikasi tidak menggantikan percakapan langsung yang responsif.
Kapan Orang Tua Perlu Meminta Evaluasi?
Perhatikan tonggak perkembangan sesuai usia, bukan hanya satu angka jumlah kata. Menurut CDC, sebagian besar anak pada usia 18 bulan mencoba mengucapkan setidaknya tiga kata selain “mama” atau “dada”, dan pada usia 2 tahun mulai menggabungkan setidaknya dua kata. Tonggak perkembangan membantu pemantauan, tetapi tidak dapat digunakan sendiri untuk mendiagnosis keterlambatan.
Konsultasikan kepada dokter anak jika kosakata atau kemampuan berkomunikasi tidak menunjukkan kemajuan, anak sulit memahami instruksi yang sesuai usianya, jarang menggunakan gestur, tidak merespons suara secara konsisten, atau kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah ada. Pemeriksaan pendengaran dan evaluasi oleh terapis wicara mungkin diperlukan sesuai hasil penilaian.
Kata Pertama Tumbuh dari Hubungan yang Responsif
Bunda tidak harus menyediakan waktu khusus yang panjang untuk mendukung bahasa anak. Momen makan, mandi, bermain, membaca, dan bersiap tidur dapat menjadi kesempatan mengenalkan kata baru. Pilih kata yang bermakna, ulangi secara alami, ikuti minat si Kecil, dan rayakan setiap upaya komunikasinya. Yang terpenting bukan banyaknya pertanyaan, melainkan kualitas percakapan dua arah yang terus berkembang.
Ingin mendampingi perkembangan bahasa si Kecil secara lebih terarah? Bunda dapat membaca artikel Hallo Bunda tentang Bahasa Ekspresif vs Reseptif, Membaca Buku Interaktif, serta Checklist Bicara Anak Sesuai Usia. Gunakan informasi tersebut sebagai panduan pengamatan, bukan pengganti konsultasi profesional.
FAQ (People Also Ask)
Kapan anak biasanya mengucapkan kata pertama?
Usia munculnya kata pertama bervariasi. Perhatikan pula kemampuan memahami, gestur, respons terhadap suara, dan kemajuan komunikasi anak dari waktu ke waktu.
Apakah bunyi hewan termasuk latihan kosakata?
Bunyi tiruan dapat mendukung interaksi dan peniruan suara. Tetap perkenalkan kata bermakna dalam situasi nyata.
Apakah anak harus mengulang kata yang dicontohkan?
Tidak. Berikan model kata dengan jelas dan responsif tanpa memaksa anak menirukan setiap ucapan.
Apa yang dilakukan jika anak hanya menunjuk?
Tanggapi gesturnya dan sebutkan kata yang sesuai. Gestur merupakan bentuk komunikasi yang dapat menjadi jembatan menuju bahasa lisan.
Bagaimana cara menambah kosakata anak saat bermain?
Ikuti minat anak, komentari tindakan dengan frasa pendek, ulangi kata relevan, dan beri jeda untuk giliran respons.
Kapan perlu konsultasi jika anak belum banyak bicara?
Konsultasikan jika kemajuan bahasa terbatas, muncul kesulitan memahami, respons suara tidak konsisten, atau terjadi kehilangan keterampilan yang sebelumnya dimiliki.

Subscribe to my channel