
4. Ulangi lalu perluas ucapan anak
Jika anak berkata “burung terbang”, Bunda dapat menjawab, “Iya, burung biru itu terbang tinggi.” Cara ini memperkenalkan susunan kalimat dan kosakata baru tanpa langsung mengoreksi ucapan anak. Hindari memaksa anak mengulang kalimat persis seperti orang dewasa.
5. Hubungkan cerita dengan pengalaman sehari-hari
Saat tokoh dalam buku memakai sepatu, Bunda bisa berkata, “Tadi pagi kita juga pakai sepatu sebelum pergi, ya.” Hubungan antara cerita dan pengalaman nyata membantu anak memahami makna kata dalam konteks yang familiar.
6. Ajak anak menjadi pencerita
Sesekali tutup teks dan minta anak menceritakan gambar dengan bahasanya sendiri. Bagi anak yang lebih kecil, cukup ajak memilih tokoh atau menirukan suara hewan. Tidak perlu mengejar jawaban benar; tujuan utamanya adalah memberi ruang untuk berkomunikasi.
Bagaimana Memilih Buku yang Tepat?
Pilih buku yang aman dan sesuai usia, memiliki gambar jelas, serta tema yang dekat dengan kehidupan anak. Buku karton tebal cocok untuk tangan kecil; buku bergambar dengan alur sederhana cocok untuk anak yang mulai senang bercerita. Buku favorit boleh dibaca berulang kali. Pengulangan memberi kesempatan anak mengenali kata dan ikut menyelesaikan kalimat yang sudah familiar.
Bila Anak Belum Mau Menjawab, Apa yang Bisa Dilakukan?
Tidak semua anak langsung tertarik berbicara. Bunda dapat memulai dari komentar sederhana, mengikuti arah pandang anak, atau mengajak menunjuk gambar tanpa tuntutan menjawab. Hentikan kegiatan ketika anak lelah. Jika ada kekhawatiran mengenai kemampuan memahami bahasa, berbicara, atau pendengaran—terutama bila kemampuan yang sebelumnya ada justru hilang—diskusikan dengan dokter anak atau terapis wicara yang kompeten.
Sedikit Halaman, Banyak Percakapan
Membaca buku interaktif untuk anak tidak harus lama atau memakai buku mahal. Lima sampai sepuluh menit yang menyenangkan bisa menjadi awal kebiasaan membaca bersama. Bunda cukup hadir, memperhatikan minat si Kecil, lalu bergantian mendengar dan berbicara. Dari halaman demi halaman, anak mendapat kesempatan untuk memahami cerita sekaligus menemukan suaranya sendiri. Baca juga di Hallo Bunda “Latihan Meniru Bunyi” dan “Bahasa Ekspresif vs Reseptif” untuk ide stimulasi bahasa berikutnya.
FAQ (People Also Ask)
Apa itu membaca buku interaktif?
Membaca buku interaktif adalah kegiatan membaca bersama yang melibatkan percakapan dua arah, seperti menunjuk gambar, bertanya, menunggu respons, dan menanggapi cerita anak.
Apa manfaat membaca buku interaktif untuk anak?
Kegiatan ini dapat mendukung kosakata, pemahaman bahasa, kemampuan bercerita, dan interaksi positif antara orang tua dan anak.
Usia berapa anak mulai bisa diajak membaca buku interaktif?
Sejak bayi, orang tua dapat mengajak anak melihat gambar, mendengar suara, dan merespons gestur. Cara berinteraksi perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.
Bagaimana jika anak hanya menunjuk dan belum menjawab?
Tanggapi tunjukannya dengan kata sederhana, beri jeda, dan hindari memaksa. Menunjuk juga merupakan bagian dari komunikasi.
Berapa lama sebaiknya membaca buku bersama anak?
Tidak ada durasi tunggal untuk semua anak. Mulailah dengan sesi singkat yang menyenangkan dan sesuaikan dengan perhatian serta kebutuhan si Kecil.

Subscribe to my channel