Penyebab Sensory Meltdown
Sebenarnya belum dapat diidentifikasi penyebab pasti seorang yang mengalami meltdown, bisa berubah tiap individu.
Dikutip dari situs resmi Child Mind Institute, sebagian besar ahli kesehatan mental percaya bahwa emosi yang meledak-ledak pada anak terjadi kurangnya kemampuan menangani situasi.
Beberapa penyebab umum dari kejadian yang biasa si Kecil alami antara lain:
1. Kelelahan
Terlalu banyak aktivitas dan tidak dibarengi dengan tidur yang cukup bisa menyebabkan anak kelelahan bahkan kewalahan.
Hal ini bisa membuat si Kecil mudah marah, emosional, dan rentan terhadap rasa stres jika alami kelelahan yang berat.
2. Kelaparan
Kondisi ini juga bisa dipicu dengan rasa lapar yang sudah tidak tertahankan lagi bagi sang buah hati.
Tidak mengonsumsi cukup kalori dalam satu hari atau telat makan bisa menyebabkan energi rendah, gemetar, susah fokus, hingga sakit pada kepala.
3. Kekecewaan
Kekecewaan bisa terjadi ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan oleh si Kecil.
Jika mengalaminya secara intens dan terus saja terjadi hingga berulang kali bisa membuat anak mengalami kelebihan emosi, bahkan mengamuk hingga teriak.
4. Kecemasan
Kecemasan merupakan bagian dari emosi negatif yang juga bisa memicu terjadinya meltdown pada anak.
Jika anak yang sedang mengalami kecemasan yang berlebih, bisa menyebabkan anak panik, stres, hingga tak memedulikan logika.
5. Kemarahan
Kemarahan juga bagian dari emosi yang negatif kerap kali membuat anak kehilangan kontrol hingga meledak-ledak.
Hal tersebut bisa terjadi akibat dari tekanan atau rasa ketidakadilan yang mereka alami jika meminta sesuatu.