HALLOBUNDA.CO – Bunda mungkin menunggu momen ketika si Kecil menyebut kata pertamanya. Namun, perkembangan bahasa tidak hanya dimulai saat anak berhasil mengucapkan “mama” atau nama benda. Sebelum itu, anak belajar mengenali suara, memahami maksud orang lain, menggunakan tatapan dan gestur, lalu mencoba menghubungkan bunyi dengan makna. Semua proses tersebut dapat didukung melalui kegiatan yang sudah ada dalam keseharian keluarga.
Kabar baiknya, menambah kosakata anak tidak harus menggunakan sesi belajar formal atau menghafal kartu kata. Interaksi yang hangat, berulang, dan sesuai minat anak justru memberi banyak kesempatan untuk mendengar serta mencoba kata dalam konteks nyata. Setiap anak memiliki laju perkembangan yang berbeda; aktivitas di bawah ini bertujuan mendukung komunikasi, bukan menjanjikan anak pasti cepat berbicara.
Mengapa Kata Pertama Lebih Mudah Dipelajari dalam Situasi Nyata?
Anak lebih mudah mengaitkan kata dengan pengalaman yang bisa dilihat, disentuh, dan dilakukan. Saat Bunda berkata “air” sambil menawarkan minum, anak memperoleh petunjuk dari benda, tindakan, ekspresi, dan suara sekaligus. Pengulangan kata pada berbagai kesempatan membantu memperkuat maknanya. Respons dua arah juga penting: anak menunjuk, Bunda menamai benda, lalu memberi ruang untuk respons berikutnya.
7 Aktivitas Harian untuk Menambah Kosakata Anak
1. Sebutkan benda yang sedang dipakai
Saat memakai sepatu, katakan “sepatu”, “kaki”, dan “pakai sepatu”. Pilih beberapa kata yang relevan, bukan menamai semua benda sekaligus. Ucapkan secara jelas dengan nada wajar agar anak mudah menghubungkan kata dan aktivitas.
2. Berikan dua pilihan sederhana
Tawarkan “mau apel atau pisang?” sambil menunjukkan kedua benda. Jika anak menunjuk apel, Bunda bisa menjawab, “Apel, ya. Bunda ambil apel.” Anak tetap dihargai meskipun belum mampu menjawab dengan kata.
3. Ubah waktu makan menjadi percakapan kecil
Gunakan kata seperti “hangat”, “dingin”, “sendok”, “habis”, atau “lagi” ketika sesuai situasi. Jangan menuntut anak menyebut kata sebelum boleh makan. Tujuannya adalah membangun komunikasi yang nyaman, bukan membuat kebutuhan dasar menjadi hadiah untuk berbicara.
4. Bacakan buku dengan cara interaktif
Pilih buku bergambar yang menarik bagi anak. Alih-alih membaca setiap kalimat sampai selesai, berhentilah pada gambar yang disukainya. Tunjuk dan katakan “kucing tidur”, lalu tunggu respons. Jika anak menyebut “cing”, tanggapi dengan model yang benar secara alami: “Iya, kucing!”

Subscribe to my channel